Hydroplus Soccer League Jadi Jalur Baru, 90% Skuad U-16 Ditargetkan dari All-Stars

Author: Qoo Media

Putaran nasional musim perdana Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 memasuki fase akhir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Dari ajang ini, mayoritas pemain diproyeksikan menjadi tulang punggung timnas putri kelompok umur yang akan tampil di Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus mendatang.

Hydroplus Soccer League kini diposisikan sebagai mata rantai lanjutan dalam pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Setelah MilkLife Soccer Challenge yang fokus pada usia sekolah dasar, kompetisi ini membuka jalur untuk pemain U-15 dan U-18 agar tetap berkembang dan mendapat panggung menuju tim nasional.

Ajang Kelompok Usia Fungsi Pembinaan Target Lanjutan
MilkLife Soccer Challenge Usia sekolah dasar Fondasi awal pembinaan sepak bola putri Menuju Soccer League
Hydroplus Soccer League U-15 dan U-18 Wadah lanjutan setelah usia SD Menuju timnas putri kelompok umur
Srikandi Merdeka Cup U-16 U-16 Seleksi dan pembentukan skuad internasional Kualifikasi Piala Asia U-17 Putri

Seleksi Menuju Srikandi Merdeka Cup

Program Manager Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa Srikandi Merdeka Cup akan digelar pada 13 Agustus dan diikuti tujuh negara. Indonesia akan mengirim dua timnas U-16, dengan pemain yang diseleksi dari Hydroplus Soccer League All-Stars dan sejumlah pemain lain yang tidak tampil di putaran nasional karena timnya gagal lolos.

Proses pemantauan pemain dilakukan oleh tim talent scouting yang dipimpin pelatih timnas putri Indonesia U-16, Timo, bersama asisten pelatih timnas putri senior Takumi Taniguchi dan pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Thiago. Pada tahap awal, sekitar 50-60 pemain akan dipanggil untuk mengikuti seleksi dua skuad nasional kelompok usia 16 tahun.

Teddy menargetkan sebagian besar pemain yang akan memperkuat Indonesia berasal dari ajang All-Stars. Ia bahkan menyebut harapannya agar sekitar 90% pemain tim nasional datang dari kompetisi ini, sementara sisanya bisa berasal dari pemain regional yang timnya tidak lolos atau beberapa pemain timnas yang klubnya tidak berhasil melaju.

Perkembangan Kualitas Pemain

Menurut Teddy, kualitas pemain di musim perdana Hydroplus Soccer League menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kompetisi regional yang berjalan hampir 10 bulan di Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya dinilai membuat level persaingan semakin baik.

Sejumlah talenta yang lebih dulu ditemukan lewat MilkLife Soccer Challenge juga disebut terus berkembang di Soccer League. Hal itu membuat ajang ini dipandang sebagai jalur penting agar pemain yang sudah melewati usia SD tetap bisa berlatih dan bertanding secara rutin.

Setelah musim perdana digelar di empat regional, Soccer League akan membuka regional baru di Solo mulai musim depan. Sementara itu, Soccer Challenge yang semula berjalan di Pulau Jawa juga akan merambah ke Banjarmasin dan Samarinda, lalu diperluas lagi hingga Jayapura.

Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 pun menjadi penanda bahwa pembinaan sepak bola putri kini mulai tersusun berlapis. Dari usia sekolah dasar, lalu ke kompetisi lanjutan, hingga diseleksi untuk masuk ke skuad nasional kelompok umur, jalurnya semakin jelas dan berkesinambungan.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru