Final HYDROPLUS Soccer League (HLS) All-Stars 2025/2026 kategori U-18 akan menghadirkan laga yang sarat gengsi. Akademi Persib Bandung dan Putri Garut sama-sama melangkah ke partai puncak setelah menyingkirkan lawan masing-masing di semifinal.
Pertandingan final itu dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (12/7) pukul 14.00 WIB. Duel ini menjadi Derbi Jawa Barat yang mempertemukan dua tim dengan cerita berbeda, tetapi sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Akademi Persib Lolos Lewat Laga Ketat
Akademi Persib Bandung memastikan tiket final usai menang 2-1 atas Putri JP Jakarta. Laga berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua tim saling menekan dan menjaga tempo pertandingan tetap tinggi.
Akademi Persib lebih dulu unggul lewat penalti Auliah Arifah pada masa injury time babak pertama. Putri JP sempat membalas melalui sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani pada menit ke-45.
Kemenangan Akademi Persib akhirnya dipastikan lewat gol kedua Auliah pada menit ke-69. Ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung lawan.
Nasywa Salsabila Fatah menegaskan timnya ingin tampil habis-habisan di final. “Di final besok kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini,” ujar striker Akademi Persib Bandung itu.
Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, juga menegaskan kesiapan timnya menghadapi Putri Garut. “Untuk lawan besok, ditunggu sama ‘Maung Bandung’,” tegas Dian.
Putri Garut Datang Sebagai Kuda Hitam
Di sisi lain, Putri Garut membuat kejutan dengan menumbangkan Arema FC Women 1-0 di semifinal. Gol kemenangan dicetak Nazwa Bilbina Putri setelah bola lambung yang ia kirim gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Arema FC Women.
Setelah unggul, Putri Garut terus mendapat tekanan hingga akhir pertandingan. Namun, lini belakang mereka tampil disiplin dan berhasil mempertahankan keunggulan sampai peluit panjang berbunyi.
Bek Putri Garut, Ayu Wulan Agustin, menyebut hasil itu lahir dari kerja keras tim dan disiplin latihan. “Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Saya siap menghadapi Akademi Persib di final,” katanya.
Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah, menegaskan timnya tetap percaya diri meski berstatus kuda hitam. “Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik,” ujarnya.
| Tim | Hasil Semifinal | Jalan ke Final |
|---|---|---|
| Akademi Persib Bandung | Menang 2-1 atas Putri JP Jakarta | Gol penalti Auliah Arifah, disusul gol kemenangan dari luar kotak penalti |
| Putri Garut | Menang 1-0 atas Arema FC Women | Gol Nazwa Bilbina Putri dan pertahanan disiplin hingga akhir laga |
Ajang Pembinaan Menuju Piala Dunia Wanita 2035
HLS All-Stars menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola putri yang mendapat perhatian PSSI. Kompetisi ini diposisikan sebagai bagian dari pengembangan talenta muda menuju target Piala Dunia Wanita 2035.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemajuan itu hanya bisa tercapai lewat kolaborasi banyak pihak. Ia menyebut peran pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua sama-sama penting.
Turnamen ini juga menjadi tempat pemantauan pemain muda bagi jajaran pelatih Timnas Putri Indonesia, termasuk asisten pelatih Takumi Taniguchi. Dari sisi penyelenggaraan, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menilai kualitas kompetisi musim ini meningkat dibanding musim sebelumnya.
“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final,” ungkap Teddy.
Selain final U-18, hari penutupan HLS All-Stars 2025/2026 juga akan menghadirkan final kategori U-15 dan sejumlah hiburan. Acara itu mencakup kompetisi band dan dance antarpelajar di Kudus.
Di kategori U-15, Goal Aksis lebih dulu memastikan gelar juara usai mengalahkan Cipta Cendikia FA lewat adu penalti 4-3 setelah laga berakhir 0-0. Final U-18 antara Akademi Persib Bandung dan Putri Garut pun menjadi penutup yang paling dinanti dari rangkaian kompetisi di Kudus.
