Harry Kane menegaskan Inggris belum menunjukkan performa terbaiknya saat melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Kapten The Three Lions itu bahkan menyebut timnya masih menyimpan “level yang lebih mengerikan” untuk laga melawan Argentina.
Respons Kane ini muncul setelah Thomas Tuchel melontarkan kritik keras usai Inggris menyingkirkan Norwegia lewat babak perpanjangan waktu di perempat final. Sang manajer menilai permainan Inggris terlalu ceroboh, tetapi Kane melihat komentar itu sebagai dorongan agar skuadnya keluar sebagai versi terbaik.
Inggris Diminta Tidak Berpuas Diri
Kane menilai publik Inggris tetap pantas menikmati keberhasilan timnya menembus empat besar. Ia mengingatkan bahwa lolos ke semifinal Piala Dunia bukanlah pencapaian yang datang setiap saat bagi tim nasional Inggris.
“Kami tahu kami bisa berkembang dan kami tahu kami bisa bermain lebih baik,” ujar Kane, seperti dilansir The Standard.
“Namun pada akhirnya, kami berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia. Hal seperti ini tidak selalu terjadi pada tim nasional kami di masa lalu, jadi kami harus menikmati momen luar biasa ini,” lanjutnya.
Tuchel Dinilai Hanya Ingin Memicu Tim
Menurut Kane, kritik Tuchel lahir dari rasa frustrasi seorang pelatih yang tahu betul potensi besar skuad Inggris. Ia mengatakan Tuchel melihat kualitas tim setiap hari dalam latihan, terutama kemampuan para pemain saat menyerang dan dalam situasi satu lawan satu.
Kane juga menegaskan bahwa pembuktian di lapangan tidak semudah yang terlihat, terlebih ketika menghadapi lawan-lawan kuat. Karena itu, ia merasa kritik sang manajer lebih tepat dibaca sebagai upaya memicu rekan-rekannya agar tampil lebih tajam.
“Dia tahu betul, sama seperti orang lain, bahwa pembuktian di atas lapangan tidak sesederhana itu. Kami bertanding melawan tim-tim kuat. Dia hanya mencoba memicu kami, dan kami sendiri sadar bahwa kami masih memiliki level permainan yang lebih tinggi yang bisa kami capai,” beber Kane.
Level Tertinggi Inggris Belum Keluar Sepenuhnya
Top skor sepanjang masa timnas Inggris itu mengakui bahwa sepanjang turnamen di Amerika Utara, Inggris belum mampu menampilkan performa mematikan mereka selama 90 menit penuh. Menurut dia, level terbaik itu baru muncul sesekali dan belum hadir secara utuh.
| Fakta Utama | Rincian |
|---|---|
| Lawan semifinal | Argentina |
| Respons Kane atas Tuchel | Menilai kritik itu sebagai dorongan untuk memunculkan versi terbaik Inggris |
| Penilaian performa Inggris | Belum tampil maksimal selama 90 menit penuh di turnamen |
| Hasil perempat final | Inggris menyingkirkan Norwegia lewat perpanjangan waktu |
“Kami belum melihat [level tertinggi] itu keluar sepenuhnya, kami baru menunjukkannya sekilas secara bergantian,” kata Kane.
Ia menambahkan bahwa saat melawan Norwegia, Inggris memang sempat memperlihatkan momen-momen bagus, terutama dalam bertahan sebagai tim dan saat menyerang. Jude Bellingham juga disebut kembali menjadi pahlawan dengan dua golnya.
Meski begitu, Kane tetap percaya Inggris masih punya ruang besar untuk berkembang sebelum menghadapi Argentina. Dengan lawan sekuat itu di semifinal, Inggris dituntut tampil lebih rapi jika ingin mewujudkan janji sang kapten untuk menggila di laga penting tersebut.
