Paulo Dybala memilih lanjut bersama AS Roma dan langsung memberi alasan yang terasa sangat personal. Bagi penyerang Argentina itu, bertahan di Roma bukan sekadar soal kontrak baru, tetapi juga soal kehormatan, tanggung jawab, dan kebahagiaan.
Kontrak Dybala yang semula habis pada 30 Juni 2026 kini diperpanjang satu musim lagi hingga Juni 2027. Keputusan itu mengakhiri berbagai spekulasi soal masa depannya dan membuat Roma masih bisa mengandalkan salah satu pemain paling penting di skuad mereka.
Kesepakatan Baru yang Dinanti
Dybala menandatangani kontrak baru setelah kedua pihak sama-sama ingin melanjutkan kerja sama. Mantan pemain Palermo dan Juventus itu sudah membela Giallorossi sejak 2022, dan keputusannya bertahan menunjukkan masih ada kecocokan kuat antara pemain dan klub.
Dalam pernyataan yang dikutip Football Italia, Dybala mengatakan, “Kisah ini berlanjut, itulah yang kami semua inginkan.” Ia menegaskan bahwa kontrak baru ini memang sejalan dengan keinginan klub, dirinya, dan harapannya juga para fans Roma.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Klub | AS Roma |
| Pemain | Paulo Dybala |
| Kontrak lama | Berakhir 30 Juni 2026 |
| Kontrak baru | Sampai Juni 2027 |
| Bergabung sejak | 2022 |
Roma Punya Arti Lebih dari Sekadar Klub
Dybala juga menyinggung alasan utamanya bertahan di ibu kota Italia. Ia menyebut senang bisa bermain satu musim lagi di kota dan negara ini, sambil mengenakan seragam Roma yang menurutnya adalah sebuah keistimewaan.
“Roma berarti banyak buat saya, tanggung jawab, kehormatan, keindahan,” kata Dybala. Ia menambahkan bahwa faktor-faktor personal itu membuatnya memilih tetap tinggal dan terus menjadi bagian dari tim.
Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa keputusan Dybala tidak hanya dipengaruhi negosiasi kontrak, tetapi juga ikatan emosional dengan klub dan lingkungan tempatnya bermain. Bagi Roma, mempertahankan Dybala berarti menjaga pengalaman, kualitas, dan sosok yang sudah memahami atmosfer tim.
Dengan kontrak baru ini, Roma dan Dybala kembali melangkah bersama untuk musim berikutnya. Keputusan itu sekaligus memberi kepastian di tengah spekulasi yang sempat berkembang soal masa depan sang penyerang berusia 32 tahun.
