Pengembalian dua patung kuno asal Indonesia oleh Amerika Serikat menjadi perhatian utama pembaca Kompas.com di kanal global. Di saat yang sama, serangan Iran terhadap fasilitas yang disebut sebagai jalur pasokan militer AS ikut menarik perhatian besar.
Dua kabar itu menunjukkan dua isu yang sama-sama menyita perhatian dunia, yakni pemulangan artefak hasil jarahan dan eskalasi ketegangan militer di kawasan Teluk. Di tengahnya, ada pula sorotan pada hukuman mati terhadap pejabat korup di China, yang melengkapi daftar berita global paling banyak dibaca.
AS kembalikan dua patung abad ke-8 ke Indonesia
Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton, pada Jumat (10/7/2026) mengumumkan pengembalian dua barang antik yang dicuri dari Indonesia. Kedua benda itu disebut berasal dari penjarahan terorganisasi yang didalangi oleh mafia barang antik Douglas Latchford.
Menurut keterangan yang dikutip Kompas.com, kedua patung tersebut sempat dijual kepada seorang kolektor di AS sebelum akhirnya dipulangkan. Pemulangan ini berawal pada akhir 2021, ketika kolektor itu secara sukarela menyerahkan total 34 barang antik asal Kamboja dan Asia Tenggara yang pernah ia beli dari Latchford.
Kasus ini menyoroti bagaimana artefak dari Asia Tenggara bisa berpindah tangan melalui jaringan perdagangan gelap sebelum akhirnya kembali ke negara asalnya. Dalam pengumuman itu, Jay Clayton menegaskan langkah pengembalian sebagai bagian dari upaya penelusuran barang antik yang diduga hasil jarahan.
Iran klaim serang jalur pasokan militer AS
Di kawasan Teluk, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim telah menghancurkan sejumlah fasilitas penting milik militer Amerika Serikat. Salah satu lokasi yang disebut adalah stasiun pengisian bahan bakar di Pelabuhan Duqm, Oman.
Teheran menyebut fasilitas itu digunakan untuk mengisi bahan bakar kelompok kapal induk AS yang selama ini menjadi tulang punggung operasi pengeboman Washington terhadap Iran. Militer Iran juga mengeklaim menyerang pangkalan militer AS di Qatar dan Yordania.
Klaim tersebut menambah panas situasi di kawasan yang sejak lama sensitif terhadap jalur logistik militer dan pergerakan armada laut. IRGC menempatkan aksi itu sebagai bagian dari penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz, yang menjadi titik strategis bagi lalu lintas energi dan militer.
| Peristiwa | Pihak Terlibat | Lokasi | Inti Kabar |
|---|---|---|---|
| Pengembalian patung kuno | AS, Indonesia, Jay Clayton | Distrik Selatan New York | Dua barang antik dicuri dari Indonesia dan dipulangkan |
| Klaim serangan fasilitas militer | IRGC, AS | Oman, Qatar, Yordania | Iran mengaku menyerang jalur pasokan dan pangkalan militer AS |
Hukuman mati untuk pejabat korup di China
Selain dua isu itu, perhatian pembaca juga tertuju pada putusan pengadilan di China bagian timur terhadap mantan pejabat kota Yang Youlin. Ia dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan menerima suap lebih dari 2,2 miliar yuan atau Rp 5,8 triliun selama 30 tahun.
Yang Youlin disebut menjabat berbagai posisi di Kota Nanjing dari 1993 hingga 2023. Menurut media pemerintah, ia juga dinyatakan bersalah atas penggelapan, penyalahgunaan wewenang, dan pencucian uang, serta memanfaatkan jabatannya untuk membantu pihak lain memperoleh kontrak proyek, pengalihan lahan, dan pendanaan.
Di antara seluruh kabar yang masuk daftar populer, tiga isu ini menunjukkan spektrum besar perhatian pembaca global, dari artefak bersejarah yang kembali pulang hingga konflik bersenjata dan penindakan korupsi bernilai fantastis. Dalam daftar berikutnya, sorotan juga mencakup kebakaran bar di Bangkok yang menewaskan 27 orang serta serangan udara AS yang merembet lebih jauh ke wilayah Iran.
