China membangun replika penuh kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan gurun Xinjiang. Langkah ini memunculkan tanda baru bahwa persaingan militer Beijing dan Washington belum mereda.
Citra satelit terbaru menunjukkan replika itu berdiri di Ruoqiang Test Range, lokasi uji coba terpencil di barat laut China. Selain kapal perang, area tersebut juga menampilkan sistem rel selebar 6 meter dengan target berukuran menyerupai kapal yang dipasang di atasnya.
Fokus Uji Sasaran Militer
Menurut laporan Reuters yang dikutip www.cnnindonesia.com, para analis menilai target di atas rel itu kemungkinan dirancang untuk mensimulasikan pergerakan kapal di laut. Jika benar, fasilitas tersebut bukan sekadar panggung latihan statis, melainkan alat untuk menguji cara sistem senjata melacak dan menyerang target yang bergerak.
US Naval Institute menyebut kompleks itu telah digunakan untuk pengujian rudal balistik. AllSource Analysis juga menilai replika kapal perang, bersama target lain yang bisa bergerak di atas rel, kemungkinan dipakai untuk simulasi target dalam pengujian sistem pencarian dan akuisisi sasaran.
| Elemen | Lokasi/Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Replika kapal perusak Arleigh Burke | Ruoqiang Test Range, Xinjiang | Diduga dipakai sebagai sasaran latihan rudal dan pelatihan militer |
| Sistem rel selebar 6 meter | Kompleks uji yang sama | Membawa target menyerupai kapal untuk mensimulasikan gerakan di laut |
Laporan AllSource Analysis menyebut detail replika itu sangat luas, termasuk penempatan berbagai sensor di atas dan di sekitar target kapal. Menurut analisis tersebut, area ini tampak dirancang untuk berbagai jenis pengujian dalam jangka panjang.
Pesan ke Armada AS di Indo-Pasifik
Keberadaan replika itu dipandang sebagai bagian dari upaya Beijing memperkuat kemampuan rudal antikapal sebagai persiapan menghadapi potensi konflik di masa mendatang. Kapal perusak kelas Arleigh Burke sendiri merupakan salah satu aset utama Angkatan Laut Amerika Serikat.
Menurut Newsweek, destroyer itu bertugas mengawal kapal induk, menjadi platform pertahanan udara, serta mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk dalam konflik terbaru dengan Iran. Destroyer Squadron 15 yang bermarkas di Jepang di bawah komando Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengoperasikan 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke.
| Fakta Kunci | Rincian |
|---|---|
| Kelas kapal | Arleigh Burke |
| Operator | Destroyer Squadron 15, US 7th Fleet |
| Jumlah kapal | 10 kapal perusak |
| Lokasi bermarkas | Jepang |
Skuadron itu disebut sebagai unit terbesar dari jenisnya, dan kapal-kapalnya rutin berhadapan dengan angkatan laut China dalam berbagai operasi di kawasan Pasifik. Karena itu, pembangunan replika di gurun Xinjiang dibaca sebagai sinyal bahwa Beijing menilai kemungkinan konflik dalam waktu dekat sebagai ancaman yang nyata.
Jika sistem pemandu rudal yang lebih canggih dari pengujian tersebut berhasil diintegrasikan ke dalam kekuatan militernya, kapal-kapal AS yang beroperasi di Indo-Pasifik berpotensi menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar. Di tengah rivalitas yang terus mengeras, fasilitas uji di gurun itu kini ikut menjadi sorotan dalam peta persaingan strategis kedua negara.
