Chandler Bela McGregor dari Tuduhan Cedera Sengaja di UFC 329, Begini Alasannya

Author: Qoo Media

Michael Chandler ikut angkat bicara setelah kegagalan comeback Conor McGregor di UFC 329 memicu tudingan bahwa sang petarung sengaja cedera di awal laga. Menurut Chandler, anggapan itu terlalu jauh karena MMA adalah olahraga yang penuh risiko dan cedera bisa terjadi kapan saja.

McGregor kembali bertarung setelah hampir lima tahun absen akibat patah kaki yang dialaminya pada Juli 2021. Dalam duel utama di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu lalu, ia dijadwalkan menghadapi Max Holloway dengan harapan bisa kembali bersaing di jalur perebutan gelar.

Namun pertarungan itu berakhir sangat cepat. Baru tiga detik berjalan, McGregor mengalami cedera lutut saat melancarkan tendangan pertama, lalu laga dihentikan karena ia tidak sanggup melanjutkan pertandingan.

Spekulasi yang Muncul Setelah Laga

Insiden singkat itu langsung memunculkan banyak spekulasi di media sosial. Sebagian pihak menduga McGregor sebenarnya sudah mengalami cedera sebelum naik ke oktagon dan tetap bertarung, tetapi Chandler menilai tuduhan seperti itu tidak masuk akal.

“Banyak spekulasi yang beredar di luar sana. Banyak orang kecewa dengan jalannya pertarungan. Banyak teori konspirasi yang beredar. Saya mengerti orang-orang kesal. Saya mengerti orang-orang kecewa dengan kembalinya Conor yang luar biasa ini, yang semua orang ingin saksikan,” ucap Chandler, dilansir dari akun Instagram Michael Chandler.

Chandler menegaskan bahwa olahraga MMA menuntut tubuh bekerja di batas ekstrem. Ia menyebut para petarung terus menerima tekanan besar dalam setiap gerakan, sehingga cedera bukan hal yang aneh.

“Kita melupakan fakta bahwa kita berada dalam olahraga gila di mana kita mendorong tubuh kita hingga batasnya, sering kali menekuknya dan menerima kekuatan yang sangat besar setiap saat,” katanya.

Gerakan Eksplosif yang Jadi Kebiasaan McGregor

Menurut Chandler, cedera McGregor juga masih sejalan dengan gaya bertarungnya sendiri. Ia menjelaskan bahwa McGregor memang sering memulai laga dengan gerakan eksplosif seperti tendangan berputar, lutut terbang, atau pukulan Superman.

“Seorang petarung seperti Conor, yang keluar dalam tiga detik pertama, melompat melintasi ring, memutar tubuhnya, melempar tendangan, mendarat dengan aneh, kakinya tertekuk, lalu melempar tendangan lagi, kakinya tertekuk, melempar pukulan, kakinya tertekuk,” ujar Chandler.

Ia juga menolak anggapan bahwa McGregor sengaja naik ke oktagon hanya untuk menerima bayaran. Chandler menilai skenario seperti itu tidak sesuai dengan karakter petarung asal Irlandia tersebut.

“Saya akan sangat terkejut, seperti orang yang paling terkejut di planet ini, jika Conor hanya datang untuk menerima bayaran, tertatih-tatih masuk ke sana, dan berkata, ‘Saya tidak peduli. Saya akan memberi kalian satu menit, mencukur rambut saya menjadi gaya mohawk, muncul, melakukan perkenalan, dan kemudian pergi begitu saja satu menit kemudian,’” ucapnya.

Chandler sebelumnya sempat dijadwalkan menghadapi McGregor pada 2024 setelah keduanya menjadi pelatih di The Ultimate Fighter. Karena itu, ia mengaku cukup memahami karakter dan kebiasaan bertarung McGregor di dalam oktagon.

“Anda bisa mengatakan apa pun tentang Conor. Kesalahan Conor sudah terdokumentasi dengan baik, kekurangan Conor juga sudah terdokumentasi dengan baik selama 15 tahun terakhir di olahraga ini, tetapi satu hal yang pasti, dia bukan orang yang mudah menyerah,” kata Chandler.

Ia juga menolak teori bahwa UFC dan McGregor sengaja merekayasa pertarungan demi keuntungan finansial. Menurutnya, organisasi maupun McGregor bukan tipe yang akan merancang pertarungan seperti itu.

“Dia bukan tipe orang yang akan datang ke pertarungan dalam keadaan cedera dan mundur dalam satu menit. UFC bukanlah organisasi yang akan melakukan percakapan tertutup dan berkata, ‘Hei, semuanya baik-baik saja. Kami akan membuat semua orang terpikat pada siaran Paramount ini, lalu Anda akan keluar dalam satu menit.’ Bukan itu yang mereka lakukan,” ujarnya.

Pandangan Chandler itu memperkuat narasi bahwa insiden McGregor di UFC 329 lebih masuk akal dibaca sebagai kecelakaan dalam olahraga kontak tinggi, bukan upaya sengaja untuk menghindari pertarungan. Di saat yang sama, kemenangan atau kekalahan bahkan belum sempat terbentuk karena duel sudah terhenti hanya dalam hitungan detik.

Tabel Ringkas Kronologi

Peristiwa Detail Dampak
Comeback McGregor Kembali bertarung setelah hampir lima tahun absen akibat patah kaki pada Juli 2021 Menjadi sorotan besar sebelum laga
UFC 329 Melawan Max Holloway di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu lalu Laga utama yang diharapkan mengantar McGregor kembali ke jalur gelar
Insiden awal laga Cedera lutut muncul tiga detik setelah pertarungan dimulai Pertarungan dihentikan dan McGregor tidak bisa melanjutkan

Chandler menutup pembelaannya dengan menegaskan bahwa gaya agresif McGregor memang selalu menjadi ciri khasnya sejak lama. Bagi Chandler, justru itu yang membuat tuduhan sengaja cedera terasa tidak selaras dengan kebiasaan sang mantan juara dua divisi UFC.

Source: www.viva.co.id
Terbaru