Spanyol tidak hanya lolos ke final Piala Dunia 2026, tetapi juga mengirim pesan keras soal kekuatan lini belakang mereka. Kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal Dallas Stadium kembali menegaskan bahwa La Furia Roja bukan tim yang mengandalkan ketajaman saja.
Tim asuhan Luis de la Fuente itu menjaga laju impresif sepanjang turnamen dengan catatan enam clean sheet dari tujuh pertandingan. Hingga semifinal usai, Spanyol baru kebobolan satu kali, dan itu terjadi saat menyingkirkan Belgia 2-1 di perempat final.
Disiplin yang Sulit Ditembus
Pertahanan Spanyol tampil sangat rapat sejak fase grup. Mereka mampu menutup ruang dengan efektif sehingga lawan sulit menemukan peluang bersih di area berbahaya.
Saat menghadapi Prancis, pola itu kembali terlihat jelas. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan ancaman berarti karena organisasi permainan Spanyol berjalan sangat rapi.
| Laga | Hasil | Catatan Pertahanan |
|---|---|---|
| vs Cape Verde | 0-0 | Clean sheet |
| vs Arab Saudi | 4-0 | Clean sheet |
| vs Uruguay | 1-0 | Clean sheet |
| vs Austria | 3-0 | Clean sheet |
| vs Portugal | 1-0 | Clean sheet |
| vs Belgia | 2-1 | Satu-satunya kebobolan |
| vs Prancis | 2-0 | Clean sheet |
Mbappe Dibatasi, Simon dan Cucurella Menonjol
Prancis sempat mencoba memaksimalkan kecepatan Mbappe untuk menekan pertahanan Spanyol. Namun, ruang geraknya terus dibatasi sehingga serangan lawan tidak berkembang menjadi peluang yang benar-benar bersih.
Unai Simon ikut memainkan peran penting dengan beberapa kali keluar dari sarang untuk mengamankan bola. Marc Cucurella juga memberi kontribusi besar lewat tekel bersih yang menggagalkan peluang Mbappe pada babak kedua.
Lini tengah Spanyol ikut membantu menjaga kestabilan permainan. Penguasaan bola mereka membuat aliran serangan Prancis terputus sebelum masuk ke area berbahaya.
Perjalanan Mulus Menuju Partai Puncak
Perjalanan Spanyol di turnamen ini menunjukkan keseimbangan yang jarang ditemui. Mereka memulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde, lalu menang besar atas Arab Saudi dan melanjutkannya dengan kemenangan tipis atas Uruguay.
Di fase gugur, Spanyol tetap menjaga ritme yang sama. Austria dilibas 3-0, Portugal dikalahkan 1-0, Belgia dilewati 2-1, lalu Prancis tumbang 2-0 di semifinal.
Rangkaian hasil itu memperlihatkan satu hal yang paling mencolok, yaitu solidnya Spanyol di kedua sisi lapangan. Ketajaman lini depan berjalan seiring dengan pertahanan yang sangat kokoh, dan itulah modal utama mereka saat menunggu lawan di final melawan pemenang Inggris kontra Argentina.
Dengan catatan pertahanan seperti itu, Spanyol memasuki laga puncak dengan kepercayaan diri tinggi. Luis de la Fuente kini membawa timnya ke titik yang ditopang bukan hanya oleh gol-gol penting, tetapi juga oleh kemampuan menjaga gawang tetap aman hampir sepanjang turnamen.
Source: www.liputan6.com






