Persib Bandung mulai menaruh perhatian besar pada cara membongkar pertahanan rapat lawan menjelang Piala Presiden 2026. Pelatih Igor Tolic menilai skema low block menjadi salah satu tantangan tersulit yang harus diatasi tim sejak fase pramusim.
Fokus tersebut menunjukkan Persib tidak hanya mengejar peningkatan kondisi fisik setelah masa libur. Maung Bandung juga ingin membangun respons permainan yang lebih matang ketika lawan memilih bertahan sangat dalam dan menutup ruang serangan.
Latihan Taktikal Dimulai Setelah Pemulihan
Skuad Persib sebelumnya menjalani program pemulihan kebugaran selama sepekan. Setelah kondisi pemain meningkat, Tolic mulai memasukkan materi taktikal dalam latihan di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (16/7/2026).
Program ini menjadi bagian dari persiapan Persib menghadapi Piala Presiden 2026. Materi latihan tidak hanya diarahkan untuk membangun serangan, tetapi juga menyatukan pemahaman seluruh pemain dalam setiap fase permainan.
Tolic menekankan pentingnya komunikasi ketika tim bertahan maupun menyerang. Ia ingin para pemain mampu bergerak sebagai satu kesatuan, termasuk saat melakukan transisi dan serangan balik.
“Pada dasarnya, latihan saat ini soal komunikasi bagaimana ketika kami bertahan dan menyerang bersama-sama, melakukan serangan balik dan menyerang ke pertahanan,” kata Tolic pada Kamis (16/7/2026). Pernyataan itu menggambarkan bahwa latihan Persib berpusat pada kerja kolektif, bukan sekadar kemampuan individu.
Low Block Jadi Ujian Serangan Persib
Sistem low block merujuk pada pendekatan bertahan dengan garis pertahanan yang ditempatkan lebih dalam. Dalam situasi seperti itu, tim penyerang biasanya memiliki ruang yang lebih sempit untuk mengirim umpan, bergerak tanpa bola, dan menciptakan peluang di dekat kotak penalti.
Tolic ingin Persib membiasakan diri menghadapi kondisi tersebut sejak awal masa persiapan. Menurut laporan www.beritasatu.com, pelatih asal Kroasia itu menilai pekerjaan membongkar pertahanan rendah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Menyerang ke tim yang menerapkan pertahanan low block adalah sesuatu yang sangat sulit dalam sepak bola. Jadi, kami melakukannya sejak dini dan ada waktu 5-6 pekan untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Tolic.
Rentang waktu itu akan digunakan Persib untuk mengembangkan pola serangan ke pertahanan lawan. Latihan tersebut juga memberi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki koordinasi sebelum memasuki kompetisi musim 2026/2027.
Transisi Tetap Menjadi Perhatian
Selain membedah pertahanan rapat, Persib tetap menyoroti transisi permainan. Aspek ini disebut menjadi salah satu kekuatan tim saat menjuarai Super League 2025/2026.
Transisi dibutuhkan ketika Persib berganti dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya. Dengan komunikasi yang lebih teratur, tim diharapkan dapat merespons perubahan situasi di lapangan secara lebih cepat dan bersama-sama.
Latihan taktik tersebut juga memiliki sisi defensif yang penting bagi Persib. Tolic berharap barisan pertahanan timnya dapat menjadi lebih sulit ditembus lawan sepanjang musim kompetisi mendatang.
Persib masih harus menyesuaikan program latihan dengan kondisi beberapa pemain. Bek asal Prancis Gabriel Mutombo absen karena sakit, sedangkan Febri Hariyadi masih menjalani pemulihan cedera bersama fisioterapis klub.
Kehadiran materi membongkar low block sejak pramusim memberi Persib waktu untuk mencari solusi permainan sebelum pertandingan kompetitif dimulai. Persiapan ini akan berjalan beriringan dengan peningkatan kebugaran, penguatan pertahanan, serta pematangan transisi permainan Maung Bandung.
