Piala Dunia Setelah 2026 Berubah Total, 2030 Lintas Tiga Benua hingga Arab Saudi 2034

Peta Piala Dunia setelah edisi 2026 akan berubah drastis. Turnamen 2030 akan melibatkan enam negara di tiga benua, sedangkan Arab Saudi telah dipastikan menjadi tuan rumah edisi 2034.

FIFA menetapkan kedua tuan rumah itu dalam Kongres Luar Biasa virtual pada 11 Desember 2024. Keputusan tersebut membawa perayaan 100 tahun Piala Dunia kembali ke Uruguay, lokasi turnamen perdana pada 1930.

Format Piala Dunia 2030 yang Belum Pernah Ada

Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi pusat utama penyelenggaraan Piala Dunia 2030 serta akan menggelar hampir seluruh pertandingan. Namun, tiga laga pembuka khusus peringatan seabad kompetisi dijadwalkan berlangsung di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Uruguay mendapat peran simbolis paling besar karena pertandingan peringatannya akan dimainkan di Estadio Centenario, Montevideo. Stadion itu menjadi tempat final Piala Dunia pertama pada 1930.

EdisiTuan Rumah UtamaNegara PendukungStatus
Piala Dunia 2030Spanyol, Portugal, MarokoUruguay, Argentina, ParaguayDitunjuk FIFA
Piala Dunia 2034Arab SaudiDitunjuk FIFA

Argentina dijadwalkan menggelar laga peringatan di Estadio Monumental, Buenos Aires. Paraguay akan mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia untuk pertama kali melalui laga di Asunción.

Rancangan jadwal menempatkan tiga pertandingan peringatan pada 8 hingga 9 Juni 2030. Pembukaan utama di Spanyol, Portugal, dan Maroko direncanakan berlangsung sekitar 13 hingga 14 Juni, sementara final ditargetkan pada 21 Juli 2030.

FIFA belum menetapkan stadion final secara resmi. Tim yang bertanding di Amerika Selatan juga direncanakan memperoleh waktu cukup untuk perjalanan, pemulihan, adaptasi, dan persiapan sebelum melanjutkan laga di Eropa atau Afrika Utara.

Persaingan Stadion Final dan Proyek Maroko

Sebanyak 23 stadion masuk proposal Piala Dunia 2030, terdiri dari 11 stadion di Spanyol, tiga di Portugal, enam di Maroko, serta masing-masing satu stadion di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Santiago Bernabéu di Madrid menjadi salah satu kandidat kuat untuk laga final karena pernah menjadi venue final Piala Dunia 1982.

Camp Nou di Barcelona juga menawarkan kapasitas besar setelah renovasi, dengan rencana daya tampung lebih dari 100.000 penonton. Di Maroko, Grand Stade Hassan II di Casablanca dirancang berkapasitas sekitar 115.000 penonton dan diproyeksikan menjadi salah satu stadion sepak bola terbesar di dunia.

Maroko berharap stadion di Casablanca itu dapat menjadi lokasi final, sehingga bersaing dengan kandidat dari Spanyol. Menurut laporan www.medcom.id, Piala Dunia 2030 juga menjadi bagian dari proyek pembangunan nasional Maroko yang mencakup bandara, kereta, jalan raya, transportasi kota, dan pariwisata.

Negara tersebut diperkirakan mengalokasikan sekitar USD1,4 miliar untuk enam stadionnya. Rencana pembangunan itu tetap memicu kritik terkait prioritas anggaran di tengah perhatian terhadap layanan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan pelayanan publik.

Arab Saudi Menyiapkan 15 Stadion untuk 2034

Piala Dunia 2034 akan membawa kompetisi kembali ke Timur Tengah setelah Qatar menjadi tuan rumah pada 2022. Arab Saudi menjadi satu-satunya peserta dalam tahap akhir pencalonan dan mendapat hak penyelenggaraan melalui persetujuan Kongres FIFA.

Turnamen itu direncanakan memakai 15 stadion di lima kota, yakni Riyadh, Jeddah, Al Khobar, Abha, dan Neom. Arab Saudi juga menyiapkan atau membangun 132 lapangan latihan untuk mendukung pelaksanaan kompetisi.

Rencana Piala Dunia 2034Data
Negara tuan rumahArab Saudi
Kota penyelenggaraRiyadh, Jeddah, Al Khobar, Abha, Neom
Jumlah stadion15 stadion
Lapangan latihan132 lapangan
Format peserta48 tim

Edisi 2034 akan menjadi Piala Dunia pertama berformat 48 peserta yang digelar di satu negara. FIFA belum mengumumkan tanggal resmi karena suhu musim panas yang sangat tinggi membuat periode lebih sejuk menjadi pertimbangan penting.

Jadwal musim dingin seperti Piala Dunia Qatar 2022 masih sebatas perkiraan, bukan keputusan resmi. Penentuan kalender juga perlu mempertimbangkan liga domestik, Liga Champions, turnamen konfederasi, serta agenda keagamaan di Arab Saudi.

Penunjukan Arab Saudi mendapat sorotan dari organisasi hak asasi manusia, kelompok pekerja migran, dan serikat pekerja internasional. Isu perlindungan pekerja proyek, kebebasan berekspresi, hak perempuan, serta keselamatan kelompok tertentu menjadi perhatian menjelang turnamen.

Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menempatkan Piala Dunia sebagai bagian penting dari transformasi ekonomi Vision 2030. Investasi olahraga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata, hiburan, transportasi, dan ekonomi nonminyak.

Belum Ada Tuan Rumah untuk 2038 dan 2042

FIFA belum menetapkan tuan rumah Piala Dunia 2038 maupun 2042, dan proses pencalonan formal belum dimulai. Pembahasan yang muncul masih berupa penjajakan dan analisis tentang kemungkinan rotasi konfederasi.

Untuk 2038, salah satu gagasan yang beredar adalah proposal lintas Pasifik yang melibatkan Selandia Baru, Fiji, dan Amerika Serikat. Wacana itu belum menjadi penawaran resmi, sementara jarak perjalanan antarlokasi akan menjadi tantangan besar bila rencana tersebut diteruskan.

Jerman juga mulai mempertimbangkan pencalonan untuk 2038 atau 2042, meski belum mengambil keputusan akhir. Negara itu pernah menjadi tuan rumah pada 1974 dan 2006, tetapi kelayakan pencalonannya tetap akan bergantung pada aturan FIFA yang belum diterbitkan.

Source: www.medcom.id
Terkait