Timnas Voli Indonesia membawa modal kemenangan penuh ke semifinal SEA V Cup 2026, tetapi masih memiliki dua pekerjaan penting sebelum menghadapi Vietnam. Kualitas servis dan penerimaan bola atau receive menjadi perhatian utama agar alur serangan Indonesia tidak terganggu.
Pertandingan semifinal akan berlangsung di Candon City Arena pada Sabtu (18/7). Indonesia datang sebagai juara Pool A, sedangkan Vietnam melaju sebagai runner-up Pool B.
| Tim | Status Fase Grup | Hasil Terakhir |
|---|---|---|
| Indonesia | Juara Pool A | Menang 3-0 atas Filipina |
| Vietnam | Runner-up Pool B | Menang 3-0 atas Myanmar |
Indonesia menyapu dua pertandingan pada fase grup dengan kemenangan dan juga berstatus juara AVC Cup 2026. Catatan itu membuat Farhan Halim dan rekan-rekannya lebih diunggulkan, namun tim tetap tidak ingin memandang Vietnam sebelah mata.
Servis Lebih Berani
Asisten pelatih Indonesia, Nur Widayanto, menilai servis harus menjadi senjata yang lebih tajam saat menghadapi Vietnam. Fokus tersebut terutama diarahkan kepada pemain yang menempati posisi outside hitter dan opposite.
“Untuk strategi melawan Vietnam besok kami tetap akan berusaha memperbaiki kualitas servis, terutama pemain yang berposisi sebagai OH dan OP, untuk servis lebih berani agar menyulitkan Vietnam dalam menyerang,” kata Nur. Tekanan lewat servis diharapkan dapat membatasi kesempatan Vietnam membangun serangan dengan nyaman.
Boy Arnez dan Farhan Halim menjadi dua pemain yang dapat diandalkan dalam aspek ini. Keduanya disebut memiliki servis menyerang yang bagus untuk memberi tekanan sejak bola pertama.
Farhan pernah menunjukkan efektivitas servisnya ketika menghadapi Kamboja dengan mencatat empat service ace secara beruntun. Middle blocker Hendra Kurniawan juga memiliki servis floating yang dapat menjadi pilihan lain bagi Indonesia.
Variasi servis tersebut memberi Indonesia beberapa opsi untuk mengubah ritme pertandingan. Namun, keberanian melakukan servis juga perlu dijaga agar tidak memberi poin mudah kepada lawan.
Receive Tidak Boleh Longgar
Selain servis, Nur menyoroti penerimaan bola Indonesia yang masih memiliki kelemahan saat melawan Filipina. Receive yang kurang rapi dapat mengganggu penyusunan serangan dan membuat pilihan bola menjadi lebih terbatas.
Penerimaan servis lawan menjadi bagian penting karena menentukan awal dari alur serangan Timnas Voli Indonesia. Jika bola pertama dapat dikendalikan dengan baik, Indonesia memiliki peluang lebih besar menjalankan pola permainan yang diinginkan.
“Hal itu juga akan kami imbangi dengan berusaha agar besok penerimaan bola kami lebih bagus,” ujar Nur. Perbaikan receive menjadi pelengkap dari rencana menekan Vietnam melalui servis yang lebih agresif.
Semifinal ini menjadi ujian berikutnya bagi Indonesia setelah melewati fase grup tanpa kekalahan. Hasil laga melawan Vietnam akan menentukan apakah Indonesia dapat melangkah ke final SEA V Cup 2026.
