Agus-Edwin Bangkit dari Kekalahan Gim Pertama, Pertahankan Gelar Semesta Merdeka

Agus Suhendar dan Edwin M. Pinontoan merebut gelar ganda putra Semesta Merdeka 2026 setelah membalikkan keadaan pada laga final. Mereka sempat kehilangan gim pertama, tetapi mampu bangkit hingga memastikan kemenangan melalui pertandingan tiga gim.

Kemenangan itu terasa istimewa bagi Agus karena ia kembali menjadi juara turnamen bulu tangkis Semesta Merdeka. Pada edisi sebelumnya, Agus juga memenangi nomor ganda putra, meski ketika itu ia berpasangan dengan Pemimpin Redaksi Investor Daily, Djaka Susila.

Final Berlangsung Ketat

Di partai puncak ganda putra, Agus dan Edwin menghadapi pasangan Tunggal Prasetyo dan Luther. Agus-Edwin kalah 12-21 pada gim pembuka sebelum mengambil alih dua gim berikutnya dengan skor 21-15 dan 21-14.

NomorJuaraFinalisSkor Final
Ganda putraAgus Suhendar/Edwin M. PinontoanTunggal Prasetyo/Luther12-21, 21-15, 21-14
Ganda campuranTunggal Prasetyo/Monika Fransiska Nago ItoDedy/Een13-21, 21-9, 21-7

Agus menilai pertandingan final berjalan seru karena lawan yang dihadapi sudah sering bertemu dengan pasangan mereka di lapangan. Ia juga melihat jumlah peserta serta kualitas persaingan tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Pertandingannya tadi sangat seru. Karena lawan saya itu sering main melawan kita biasanya,” ujar Agus, seperti dikutip www.beritasatu.com pada Jumat (17/7/2026).

Menurut Agus, ajang olahraga semacam ini layak dipertahankan sebagai agenda tahunan. Selain menyediakan ruang kompetisi, turnamen tersebut dinilainya dapat menjadi sarana silaturahmi bagi para karyawan.

“Kita berharap ke depan akan tetap ada pertandingan seperti ini karena biar bagaimanapun kita semua di sini bersaudara, bisa silaturahmi lewat event Semesta Merdeka seperti ini,” katanya. Harapan itu muncul setelah ia kembali merasakan persaingan ketat di nomor ganda putra.

Ganda Campuran Juga Ditentukan Rubber Game

Persaingan sengit juga terjadi pada nomor ganda campuran. Tunggal Prasetyo yang sebelumnya tampil sebagai finalis ganda putra, kemudian berpasangan dengan Monika Fransiska Nago Ito dan berhasil merebut gelar.

Tunggal-Monika menundukkan pasangan juara bertahan Dedy dan Een dalam tiga gim. Mereka tertinggal 13-21 pada gim pertama, lalu tampil dominan dengan kemenangan 21-9 dan 21-7 pada dua gim selanjutnya.

Monika menyebut perjalanan menuju final membutuhkan perjuangan sejak awal kompetisi. Pertemuan dengan lawan yang juga mereka hadapi pada tahun sebelumnya membuat kemenangan kali ini terasa berbeda.

“Tahun ini lebih sengit dibandingkan tahun lalu. Dari awal perlu perjuangan banget, dan masuk sampai final dan ketemu lagi dengan lawan kita tahun lalu,” ujar Monika.

Ia menilai Semesta Merdeka memberi dampak positif karena mempertemukan karyawan dari beragam divisi di lingkungan B-Universe. Kompetisi tetap berlangsung sportif, sekaligus membuka ruang interaksi di luar aktivitas kerja sehari-hari.

Rangkaian HUT ke-81 RI

Turnamen bulu tangkis ini digelar manajemen B-Universe di Studio BTV, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semesta Merdeka 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Selain bulu tangkis, Semesta Merdeka 2026 juga mempertandingkan tenis meja, padel, dan gim Mobile Legends. Rangkaian acaranya turut mencakup perlombaan klasik, termasuk balap karung dan tarik tambang.

Source: www.beritasatu.com
Terkait