Pemain timnas Spanyol berpeluang mengantongi bonus hingga sekitar Rp 15,53 miliar sebelum pajak bila menjuarai Piala Dunia 2026. Jumlah itu akan diterima apabila La Roja mengalahkan Argentina pada laga final di New York/New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026).
Meski kalah di final, 26 pemain dalam skuad Spanyol tetap telah mengamankan bonus sekitar Rp 9,11 miliar per orang sebelum pajak. Selisih kemenangan di partai puncak itu bernilai sekitar Rp 6,42 miliar untuk setiap pemain.
Skema Bonus untuk Skuad La Roja
Bonus pemain berasal dari bagian hadiah FIFA yang akan diterima Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol atau RFEF. Berdasarkan kesepakatan antara kapten tim dan federasi, pembagian bonus dilakukan merata kepada seluruh 26 anggota skuad.
Skema pembagian berubah sesuai posisi akhir Spanyol di turnamen. Saat menjadi finalis, pemain mendapat alokasi 40% dari hadiah, sedangkan persentasenya naik menjadi 45% jika tim mengangkat trofi.
| Posisi Akhir | Hadiah untuk RFEF | Bagian Pemain | Bonus per Pemain |
|---|---|---|---|
| Runner-up | US$ 33 juta | US$ 13,2 juta atau 40% | US$ 507.692 atau sekitar Rp 9,11 miliar |
| Juara | US$ 50 juta | US$ 22,5 juta atau 45% | US$ 865.385 atau sekitar Rp 15,53 miliar |
Dengan status finalis, RFEF telah memastikan penerimaan US$ 33 juta dari FIFA. Dari total tersebut, US$ 13,2 juta dialokasikan bagi ruang ganti Spanyol dan dibagi rata ke 26 pemain.
Jika menjadi juara, hadiah FIFA untuk RFEF meningkat menjadi US$ 50 juta. Porsi 45% yang disepakati untuk pemain membuat total dana bonus skuad naik menjadi US$ 22,5 juta.
Perhitungan itu menempatkan bonus setiap pemain pada angka sekitar US$ 865.385 bila Spanyol menang atas Argentina. Nilai rupiahnya sekitar Rp 15,53 miliar sebelum pajak dengan kurs US$ 1 setara Rp 17.942,45 yang digunakan dalam perhitungan tersebut.
Kemenangan Menambah Bonus Rp 6,42 Miliar
Perbedaan antara menjadi runner-up dan juara tidak hanya terletak pada trofi. Setiap pemain berpotensi menerima tambahan sekitar US$ 357.692 atau Rp 6,42 miliar apabila Spanyol memenangi final.
Menurut laporan www.beritasatu.com, FIFA tidak membayarkan hadiah secara bertahap setelah setiap babak. Pembayaran diberikan sekaligus ketika perjalanan sebuah tim di turnamen berakhir, dengan nilai yang mengikuti posisi final.
Sistem ini membuat capaian menuju final sudah memberi kepastian finansial bagi para pemain Spanyol. Namun, kemenangan atas Argentina akan menaikkan bagian pemain karena hadiah utama FIFA dan persentase pembagian keduanya bertambah.
Besaran bonus tersebut telah disepakati sebelum Piala Dunia dimulai. Pembagian juga tidak bergantung pada jumlah penampilan atau menit bermain setiap anggota skuad selama kompetisi.
Artinya, seluruh pemain dalam daftar 26 orang menerima bagian dengan dasar yang sama. Kesepakatan itu menempatkan bonus kolektif sebagai penghargaan atas perjalanan tim, bukan performa individu di lapangan.
RFEF Tetap Memegang Porsi Terbesar
RFEF tetap menjadi penerima bagian terbesar dari hadiah FIFA dalam kedua skenario tersebut. Dana yang berada di tangan federasi digunakan untuk membiayai persiapan, perjalanan, akomodasi, serta kebutuhan operasional Spanyol selama turnamen.
Kembalinya Spanyol ke final juga memberi dampak finansial besar bagi federasi. La Roja untuk pertama kalinya dalam 16 tahun kembali berada di pertandingan penentu gelar Piala Dunia.
Spanyol terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 11 Juli 2010 di Johannesburg, Afrika Selatan. Saat itu, La Roja mengalahkan Belanda pada final untuk meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Kini, tim asuhan Luis de la Fuente berpeluang mengulangi pencapaian generasi emas tersebut. Argentina sebagai juara bertahan menjadi lawan yang harus ditundukkan Spanyol untuk membawa pulang trofi sekaligus bonus tertinggi bagi seluruh skuad.
