Spanyol dan Argentina akan berhadapan pada final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pukul 02.00 WIB. Pertandingan ke-104 turnamen ini mempertemukan tim dengan perjalanan berbeda, tetapi sama-sama diwarnai kemenangan dramatis.
Spanyol datang dengan pertahanan yang sangat rapat, sementara Argentina mengandalkan kemampuan bangkit pada momen genting. Kedua finalis juga membawa status besar setelah menyingkirkan lawan kuat pada semifinal.
Perjalanan Dua Finalis
| Tim | Fase Grup | Jalan Menuju Final |
|---|---|---|
| Spanyol | Imbang 0-0 vs Tanjung Verde, menang 4-0 vs Arab Saudi, menang 1-0 vs Uruguay | Menang atas Austria, Portugal, Belgia, lalu Prancis |
| Argentina | Menang atas Aljazair, Austria, dan Yordania | Melewati Tanjung Verde, Mesir, Swiss, lalu Inggris |
Menurut bola.bisnis.com, Spanyol memuncaki Grup H meski membuka turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. La Roja kemudian merespons dengan kemenangan 4-0 atas Arab Saudi dan menutup fase grup lewat skor 1-0 atas Uruguay.
Tim asuhan Luis de la Fuente melanjutkan langkah dengan kemenangan 3-0 atas Austria pada babak 32 besar. Setelah itu, gol-gol telat Mikel Merino menjadi pembeda saat Spanyol mengalahkan Portugal 1-0 dan Belgia 2-1.
Kemenangan atas Belgia menjadi satu-satunya laga Spanyol kebobolan sepanjang turnamen menurut catatan yang dimuat bola.bisnis.com. Ketangguhan itu berlanjut pada semifinal ketika Spanyol mengendalikan permainan dan menundukkan Prancis, salah satu tim favorit.
Partai puncak ini menjadi final Piala Dunia pertama Spanyol sejak keberhasilan mereka mengangkat trofi pada 2010. Laga pada Minggu, 19 Juli, akan menjadi kesempatan La Roja menambah gelar dunia mereka setelah perjalanan yang semakin solid di fase gugur.
Argentina Bertahan dengan Mental Comeback
Argentina tiba di final kedua secara beruntun dengan rute yang lebih berliku dan penuh tekanan. Sang juara bertahan menyapu bersih tiga pertandingan grup, dipimpin Lionel Messi yang telah mencetak delapan gol di turnamen ini.
Messi mencetak hat-trick saat Argentina menang 3-0 atas Aljazair, lalu memborong dua gol dalam kemenangan 2-0 melawan Austria. Ia kembali mencatatkan gol ketika Albiceleste mengalahkan Yordania 3-1 untuk memastikan fase grup sempurna.
Kesulitan mulai muncul saat Argentina menghadapi Tanjung Verde dan membutuhkan perpanjangan waktu untuk menang 3-2. Drama lebih besar terjadi melawan Mesir, ketika Argentina tertinggal 0-2 hingga menit ke-79 sebelum membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Di perempat final, Argentina harus bermain dengan sepuluh pemain dalam duel melawan Swiss yang berakhir 1-1 pada waktu normal. Julian Alvarez memecah kebuntuan lewat gol pada masa tambahan waktu, sebelum Lautaro Martinez menambah gol untuk memastikan kemenangan.
Semifinal melawan Inggris kembali menguji daya tahan Argentina setelah Anthony Gordon membawa lawan unggul pada babak kedua. Enzo Fernandez menyamakan skor dari tendangan jarak jauh, lalu Martinez mencetak gol kemenangan melalui sundulan di tiang jauh.
Rekam Jejak dan Prediksi Susunan Pemain
Satu-satunya pertemuan kedua negara di Piala Dunia terjadi pada 1966 di Villa Park dan dimenangi Argentina 2-1. Luis Artime mencetak dua gol Argentina, sedangkan Pirri menjadi pencetak gol Spanyol dalam pertandingan yang seluruh golnya lahir pada babak kedua.
Di luar pertandingan resmi itu, kedua tim telah bertemu dalam 13 laga persahabatan dengan Spanyol meraih enam kemenangan dan Argentina lima kemenangan. Pertemuan persahabatan terakhir pada 2018 di Madrid berakhir 6-1 untuk Spanyol, sedangkan rencana duel Finalissima di Qatar pada Februari dibatalkan.
Spanyol diprediksi menurunkan Simon; Porro, Laporte, Cubarsi, Cucurella; Rodri, Fabian; Lamine Yamal, Olmo, Baena; serta Oyarzabal. Argentina diperkirakan memainkan Martinez; Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone; Messi, dan Julian Alvarez.
Duel ini akan mempertemukan pertahanan Spanyol yang hanya sekali kebobolan dengan Argentina yang berulang kali menemukan jalan keluar saat tertinggal. Ketajaman Messi, ketenangan lini tengah Spanyol, dan kemampuan kedua tim menghadapi tekanan menjadi unsur penting dalam perebutan trofi dunia.
