Bethsaida Siapkan Jalur Penanganan Cedera Padel, dari Diagnosis hingga Kembali Bertanding

Author: Qoo Media

Bethsaida Healthcare menyiapkan dukungan medis menyeluruh untuk FIP Bronze Banten 2026, mulai dari asesmen kebugaran hingga pemulihan setelah cedera. Kehadiran layanan ini menjadi perhatian karena padel menuntut gerakan cepat, rotasi tubuh, pengereman mendadak, dan perubahan arah secara berulang.

Bethsaida Hospital Gading Serpong bersama Seraphim Medical Center ditunjuk sebagai Official Medical Partner turnamen tersebut. FIP Bronze Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-19 Juli 2026 sebagai kompetisi internasional di bawah International Padel Federation.

Selama pertandingan, dokter dan tim medis akan bersiaga untuk melakukan asesmen awal terhadap keluhan maupun cedera peserta. Dukungan yang tersedia juga meliputi fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, serta layanan kebugaran sesuai kebutuhan.

Pendekatan yang disiapkan tidak berhenti pada penanganan ketika cedera terjadi. Bethsaida Healthcare menggabungkan performance assessment, pencegahan cedera, diagnosis, tindakan medis, rehabilitasi, recovery, hingga pendampingan return to sport.

Rangkaian layanan untuk atlet dan peserta aktif

Setiap fasilitas dalam sinergi ini memiliki peran berbeda untuk mendukung kebutuhan peserta, atlet, dan masyarakat yang aktif berolahraga. Layanan tersebut mencakup penanganan keluhan awal sampai pengembalian kesiapan fisik setelah masa pemulihan.

Fasilitas Fokus Layanan Peran dalam Pemulihan
Bethsaida Hospital Gading Serpong Ortopedi, traumatologi, diagnostik, tindakan operatif, rehabilitasi medik Diagnosis dan penanganan cedera, termasuk pascaoperasi
Seraphim Medical Center Medical Gym, fisioterapi, latihan terapeutik, cryotherapy, sauna, sports massage Pemulihan kebugaran dan kesiapan kembali berolahraga
Tim medis turnamen Asesmen awal, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi Respons terhadap keluhan atau cedera selama kompetisi

Melalui Medical Gym, peserta dapat menjalani asesmen kondisi fisik sebelum mengikuti program latihan yang disesuaikan. Latihan tersebut dirancang untuk membantu peningkatan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga.

Program fisioterapi dan latihan terapeutik juga disusun berdasarkan kondisi serta target masing-masing individu. Pendekatan personal ini ditujukan agar proses latihan maupun pemulihan tidak hanya berfokus pada intensitas aktivitas.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, menilai performa optimal perlu dibangun lewat program yang terukur. Menurutnya, latihan keras saja tidak cukup untuk menjaga kondisi atlet dalam olahraga dengan beban gerak seperti padel.

“Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali,” ujar dr. Nahum. “Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera.”

Fokus pada pemulihan dan return to sport

Program pemulihan di Seraphim Medical Center mencakup whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Layanan tersebut menjadi bagian dari recovery untuk membantu tubuh kembali siap setelah latihan maupun kompetisi.

Dalam konteks cedera, pendampingan kembali berolahraga tidak hanya ditentukan oleh hilangnya rasa sakit. Dr. Nahum menjelaskan, proses back to sport juga perlu memperhatikan kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik seseorang.

Penanganan cedera yang lebih serius dapat melibatkan layanan ortopedi dan traumatologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, menekankan pentingnya diagnosis yang tepat.

Menurut dr. Herryanto, cedera olahraga dapat terjadi pada otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian kondisi dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi.

“Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” jelas dr. Herryanto. Setelah fase penyembuhan dan pemulihan fungsi tercapai, pasien dapat melanjutkan program kebugaran di Seraphim Medical Center.

Menurut CNN Indonesia, kolaborasi dua fasilitas tersebut membentuk alur layanan yang berkesinambungan dari pencegahan sampai kesiapan kembali ke lapangan. Keterlibatan Bethsaida Healthcare sebagai mitra medis juga menegaskan fokus pada performa dan pemulihan jangka panjang dalam perkembangan olahraga padel.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru