Spanyol datang sebagai tim yang lebih diunggulkan saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026. Perhitungan superkomputer Opta memberi peluang kemenangan lebih besar kepada Tim Matador, tetapi Argentina memiliki rekam jejak comeback yang membuat duel ini sulit diprediksi.
Final tersebut dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Pertemuan ini mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil kuat sejak fase grup.
Spanyol unggul dalam prediksi peluang menang
Opta memberikan persentase kemenangan 45 persen untuk Spanyol, sedangkan Argentina berada di angka 26 persen. Selisih peluang itu menempatkan Spanyol sebagai favorit berdasarkan perhitungan superkomputer.
Prediksi dari sejumlah media juga memperlihatkan pertandingan yang diperkirakan berjalan ketat. Sports Mole menjagokan Spanyol menang 2-1, sementara Sportskeeda memprediksi Argentina unggul dengan skor sama.
| Aspek | Spanyol | Argentina |
|---|---|---|
| Peluang menang versi Opta | 45 persen | 26 persen |
| Prediksi Sports Mole | Menang 2-1 | Kalah 1-2 |
| Prediksi Sportskeeda | Kalah 1-2 | Menang 2-1 |
Spanyol menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang perjalanan menuju final. Mereka hanya sempat ditahan Cape Verde 0-0, lalu terus menang dan baru kebobolan satu kali.
Kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif yang membuat mereka mampu menjaga kontrol pertandingan. Bursa taruhan pun ramai menjagokan Tim Matador untuk mengangkat trofi.
Argentina membawa ancaman comeback
Argentina tidak tiba di final tanpa ujian. Tim Tango dua kali melakukan comeback dramatis pada fase grup, sebuah catatan yang menegaskan kemampuan mereka bertahan dalam tekanan.
Mental tersebut menjadi modal penting ketika menghadapi Spanyol yang lebih difavoritkan. Argentina dinilai mampu terus menekan lawan hingga menit akhir, sehingga keunggulan peluang di atas kertas belum tentu menentukan hasil laga.
sport.detik.com mencatat bahwa kedua tim baru sekali bertemu di Piala Dunia, yakni pada edisi 1966. Dalam laga itu Argentina menang 2-1 atas Spanyol.
Rekor pertemuan secara keseluruhan juga menunjukkan persaingan yang seimbang. Spanyol telah meraih tiga kemenangan, Argentina juga menang tiga kali, dengan sebagian besar duel mereka berlangsung dalam pertandingan uji coba.
Proyeksi susunan pemain
Spanyol diproyeksikan menurunkan Simon di bawah mistar, dengan Porro, Cubarsi, Laporte, dan Cucurella di lini belakang. Rodri serta Ruiz diperkirakan mengisi lini tengah, sedangkan Yamal, Olmo, Baena, dan Oyarzabal menjadi pilihan di lini depan.
Argentina diproyeksikan memainkan E. Martinez sebagai penjaga gawang. Montiel, Romero, L. Martinez, dan Tagliafico bisa mengawal pertahanan di depan trio lini tengah De Paul, Paredes, serta Fernandez.
Mac Allister diperkirakan ikut menopang serangan Argentina bersama Messi dan Alvarez. Komposisi ini menyiapkan duel menarik antara penguasaan permainan Spanyol dan daya tekan Argentina.
| Tim | Proyeksi pemain |
|---|---|
| Spanyol | Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Ruiz; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal |
| Argentina | E. Martinez; Montiel, Romero, L. Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez |
Nuansa LaLiga dan pelatih lokal
Final ini juga kental dengan nuansa LaLiga karena terdapat total 25 pemain dari kompetisi tersebut. Barcelona menjadi klub dengan kontribusi pemain terbanyak, yakni delapan pemain.
Siapa pun pemenangnya, gelar ini akan melanjutkan tradisi juara Piala Dunia yang ditangani pelatih lokal. Faktor itu menambah makna tersendiri pada laga puncak antara dua raksasa sepak bola tersebut.
Spanyol dinilai memiliki keunggulan sebagai tim yang lebih rapi secara kolektif, sedangkan Argentina membawa daya juang yang telah teruji. Prediksi skor mengarah pada duel terbuka, dengan Spanyol diperkirakan menang tipis 3-2.
