Fajar/Fikri Pecah Puasa Gelar di Japan Open, Trofi Pertama untuk Istri Fajar

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengakhiri penantian hampir satu tahun tanpa gelar dengan cara yang istimewa. Ganda putra Indonesia itu merebut trofi Japan Open 2026 setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Kemenangan tersebut memiliki arti personal bagi Fajar. Pebulu tangkis berusia 31 tahun itu mempersembahkan gelar pertamanya setelah menikah untuk sang istri.

Fajar/Fikri tampil di final yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Minggu, 19 Juli. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 atas Kim/Seo.

PertandinganHasilLokasi
Final Japan Open 2026Fajar/Fikri menang 21-19, 21-17Tokyo Metropolitan Gymnasium
LawanKim Won Ho/Seo Seung JaePasangan nomor satu dunia

Gelar Japan Open menjadi trofi pertama Fajar/Fikri pada musim 2026. Sebelumnya, pasangan ini terakhir kali naik podium tertinggi saat menjuarai China Open 2025.

“Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025,” ujar Fajar.

Fajar berharap hasil di Tokyo dapat membuka jalan bagi pencapaian berikutnya. “Semoga ini menjadi awal kebangkitan kami untuk meraih gelar-gelar berikutnya,” katanya.

Di balik hasil besar itu, Fajar menaruh makna khusus pada trofi yang baru diraih bersama Fikri. “Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” ucapnya.

Bagi Fikri, gelar tersebut juga merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani bersama pasangannya. Ia menyebut kesabaran menjadi salah satu nilai penting di balik keberhasilan mereka menembus puncak turnamen.

“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga, orang-orang yang saya cintai, dan seluruh suporter yang selalu mendukung serta mendoakan kami,” kata Fikri.

Menurut laporan www.viva.co.id, tantangan terbesar Fajar/Fikri pada laga final datang dari kualitas pertahanan Kim/Seo. Pasangan Korea Selatan itu dikenal mampu mengembalikan bola-bola sulit dan membalikkan situasi permainan.

Fajar menilai disiplin menjalankan rencana permainan menjadi kunci untuk menembus pertahanan lawan. Ia mengatakan Fajar/Fikri mampu mengantisipasi kelebihan Kim/Seo pada pertandingan tersebut.

“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan. Pertahanan mereka luar biasa, tetapi kali ini kami bisa mengantisipasinya dan lebih disiplin menjalankan strategi,” tutur Fajar.

Fikri juga menekankan pentingnya kekompakan sepanjang final. Komunikasi dengan pasangan dan tim pelatih disebut berjalan baik sehingga rencana yang disiapkan dapat diterapkan sejak awal hingga pertandingan berakhir.

“Mereka bukan lawan yang mudah. Mereka bermain sangat baik, tetapi kami bisa tampil lebih solid dan menjalankan strategi dengan tepat,” ujar Fikri.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang efektif membantu Fajar/Fikri menjaga permainan saat menghadapi pasangan terbaik dunia. Kemenangan di Japan Open 2026 pun menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya pada musim ini.

Source: www.viva.co.id
Terkait