Dari Cedera Lutut ke Puncak Dunia, Rodri Ungkap Arti Gelar untuk Spanyol

Rodri menuntaskan perjalanan yang sempat dibayangi cedera ligamen lutut dengan membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 30 tahun itu juga menerima Golden Ball sebagai Pemain Terbaik Turnamen.

Bagi Rodri, pencapaian tersebut bukan sekadar gelar individu atau trofi tambahan. Ia melihat keberhasilannya kembali ke level tertinggi sebagai pesan bagi pemain muda yang sedang menghadapi masa sulit.

Spanyol meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah usai menundukkan Argentina 1-0 dalam final melalui perpanjangan waktu. Laga tersebut berlangsung di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

AspekDetail
FinalSpanyol 1-0 Argentina
Pencetak golFerran Torres, menit ke-106
Gelar SpanyolJuara dunia kedua setelah 2010
Penghargaan individuRodri sebagai Pemain Terbaik Turnamen

Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat. Kemenangan itu mengantar La Furia Roja kembali mengangkat trofi setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Menurut laporan bola.kompas.com, Rodri dinilai menjadi motor permainan Spanyol sepanjang turnamen. Perannya di lini tengah membuatnya dinobatkan sebagai peraih Golden Ball Piala Dunia 2026.

“Rasanya seperti skenario yang sempurna. Saya benar-benar tidak menyangka bisa berada di posisi ini,” kata Rodri setelah menerima penghargaan tersebut, dikutip dari Reuters.

Penghargaan itu terasa lebih bermakna karena Rodri sempat berada pada titik terendah dalam kariernya. Kurang dari dua tahun sebelumnya, ia mengalami cedera ligamen lutut yang memunculkan keraguan tentang peluangnya kembali ke performa terbaik.

Rodri menegaskan masa pemulihan itu membentuk pandangannya terhadap keberhasilan yang diraih bersama Timnas Spanyol. Ia berharap perjalanannya dapat memberi keyakinan kepada pemain lain untuk tidak menyerah saat menghadapi hambatan besar.

“Saya ingin generasi muda melihat bahwa seorang pemain bisa mencapai puncak, lalu jatuh ke titik terendah, tetapi tetap mampu bangkit lagi. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengatasi kesulitan,” ujar Rodri.

Gelar Piala Dunia 2026 turut melengkapi deretan pencapaian penting dalam karier gelandang Manchester City tersebut. Ia kini termasuk sedikit pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan meraih Ballon d’Or.

Catatan itu menempatkan Rodri dalam kelompok yang juga berisi Franz Beckenbauer, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane. Namun, ia tidak menempatkan penghargaan personal sebagai pusat dari keberhasilan Spanyol di turnamen ini.

Keberanian Skuad Jadi Kunci

Rodri menyebut kekuatan utama tim terletak pada daya juang seluruh skuad. Ia menilai para pemain Spanyol tidak berhenti berusaha hingga akhirnya mampu melewati tantangan di laga puncak.

“Rahasia tim nasional ini adalah kami tidak pernah berhenti berjuang. Pada akhirnya, Tuhan membalas keberanian kami,” ucap Rodri.

Ia juga menggambarkan kemenangan atas Argentina sebagai hasil yang layak, meski sang juara bertahan tampil disiplin dan sulit ditembus. Argentina, menurut Rodri, tidak banyak menciptakan peluang, tetapi pertahanannya membuat Spanyol harus bekerja keras.

“Spanyol bermain sangat baik dan pada akhirnya hasil ini memang pantas kami dapatkan,” tutur Rodri. Ia menyebut kemenangan atas Argentina yang diperkuat Lionel Messi menambah nilai istimewa bagi gelar dunia kedua Spanyol.

Source: bola.kompas.com
Terkait