Persela Bangun Brand Sendiri, Octagon Dibidik Jadi Penopang Finansial Klub

Author: Qoo Media

Persela Lamongan mengambil langkah berbeda untuk memperkuat fondasi keuangannya menjelang Pegadaian Championship 2026-2027. Klub kini memakai Octagon, brand apparel lokal yang dimiliki dan dikembangkan langsung oleh manajemen Persela, sebagai penyedia perlengkapan olahraga resmi tim.

Strategi tersebut membuat penjualan jersey dan perlengkapan resmi tidak hanya menjadi urusan kebutuhan pertandingan. Manajemen ingin menjadikannya lini bisnis jangka panjang yang bisa memberi pemasukan langsung bagi operasional Laskar Joko Tingkir.

Kerja sama sekaligus pengenalan training kit Persela bersama Octagon diluncurkan di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Minggu (19/7/2026). Sebelumnya, Persela kerap menjalin kemitraan apparel dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan seragam tim.

Target penjualan hingga 45.000 produk

Manajemen memasang target penjualan antara 35.000 hingga 45.000 produk apparel sepanjang musim ini. Angka tersebut mencerminkan ambisi Persela untuk mengoptimalkan potensi pasar dari basis suporternya.

Direktur Bisnis Persela, Praditya Adytia, mengatakan bisnis apparel dirancang agar memberi kontribusi nyata terhadap keuangan klub. Pendapatan dari produk Octagon diharapkan dapat dialokasikan langsung untuk menunjang kebutuhan tim.

“Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Melalui Octagon, kami ingin mengoptimalkan potensi pasar yang besar dari basis suporter kami dan mengalokasikannya langsung untuk operasional tim,” ujar Praditya dalam konferensi pers di Stadion Surajaya.

Model bisnis ini menempatkan merchandise sebagai bagian dari ekosistem klub, bukan sekadar produk pendukung pertandingan. Persela menilai pengelolaan brand sendiri dapat membuka ruang yang lebih besar untuk membangun kemandirian finansial.

Desainer nasional untuk menjaga nilai jual

Untuk memperkuat kualitas produk, Octagon menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga di Indonesia. Ia dipercaya merancang seluruh jajaran jersey dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.

Pelibatan desainer tersebut diharapkan memberi sentuhan visual yang lebih kuat pada produk Persela. Pada saat yang sama, manajemen ingin identitas lokal khas Lamongan tetap terlihat dalam desain apparel yang dipasarkan kepada pendukung.

Langkah ini juga menjadi jawaban atas evaluasi distribusi merchandise Persela pada musim-musim sebelumnya. Praditya mengakui penyaluran produk resmi saat itu belum maksimal dan belum menjangkau seluruh kelompok pendukung secara merata.

Distribusi diperkuat untuk suporter

Persela kini menyiapkan saluran distribusi yang lebih terintegrasi agar produk Octagon lebih mudah diperoleh. Pembelian akan tersedia melalui official store serta sistem online.

Menurut Praditya, pembenahan distribusi menjadi bagian penting dari investasi yang mulai direalisasikan manajemen di sektor apparel. Fokusnya adalah memastikan kelompok suporter dapat mengakses produk resmi dengan lebih mudah, baik melalui kanal langsung maupun digital.

“Pembelian nantinya bisa dilakukan secara langsung di official store maupun lewat sistem online. Kami menyadari pendistribusian yang lalu kurang maksimal, maka sekarang kami membentuk dan memperkuat saluran distribusinya agar semua kelompok suporter bisa menjangkaunya dengan mudah,” tutur Praditya.

Langkah Persela mengelola ekosistem bisnis sepak bolanya sendiri mendapat respons positif dari LA Mania. Perwakilan suporter Persela, Frans, menyatakan kelompok pendukung itu siap membeli jersey resmi sebagai bentuk dukungan legal dan langsung terhadap finansial klub.

Dukungan suporter menjadi faktor penting bagi target Octagon, karena basis pendukung diposisikan sebagai pasar utama produk resmi Persela. Bola.kompas.com melaporkan, manajemen berharap jalur distribusi yang lebih matang dapat mengubah antusiasme tersebut menjadi pendapatan berkelanjutan untuk klub.

Source: bola.kompas.com
Terbaru