Perpani Bidik Perak Asian Games 2026, Minta Masseur demi Jaga Atlet

Author: Qoo Media

PP Perpani memasang target peningkatan prestasi pada Asian Games 2026 setelah panahan Indonesia meraih medali perunggu pada edisi sebelumnya. Target perak menjadi sasaran awal, dengan peluang emas tetap terbuka apabila tim mampu mencapai partai final.

Namun, persiapan menuju target tersebut tidak hanya berkaitan dengan program latihan. Kondisi pendampingan atlet dan penempatan kontingen selama berada di Aichi Nagoya ikut menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi kesiapan bertanding.

Sebanyak 10 atlet sedang dipersiapkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia untuk ajang tersebut. Persiapan ini sempat terdampak efisiensi yang mengganggu pelaksanaan pemusatan latihan nasional.

Sekretaris Jenderal PP Perpani Irawadi Hanafi menyampaikan target itu saat menerima visitasi CdM Asian Games Todotua Pasaribu dan tim di Lapangan Panahan GBK, Selasa (21/7/2026). Menurut laporan sport.detik.com, pertemuan itu juga menjadi ruang bagi federasi untuk menyampaikan kebutuhan tim menjelang keberangkatan.

Target Naik dari Perunggu

Irawadi mengatakan PP Perpani semula berharap dapat meningkatkan hasil dari perunggu menjadi perak. Pencapaian perak berarti tim setidaknya dapat menembus final, sehingga kesempatan merebut emas pun masih tersedia.

“Target kami inginnya meningkat menjadi perak karena Asian Games 2023 kami dapat perunggu. Tapi itu sebelum ada masalah efisiensi, karena kalau bisa perak kan sudah capai final. Bisa dapat emas juga,” kata Irawadi.

Ia menegaskan tim akan tetap berupaya maksimal dalam kondisi yang ada. Fokus tersebut diarahkan agar para atlet dapat menjaga performa sepanjang rangkaian persiapan hingga pertandingan.

Fokus Persiapan Kondisi atau Permintaan PP Perpani
Target prestasi Meningkat dari medali perunggu pada Asian Games 2023 menjadi perak.
Pendamping tim Meminta tambahan satu masseur yang melekat untuk tim panahan.
Penempatan atlet Berharap atlet panahan tidak ditempatkan di kapal pesiar.

Kebutuhan Masseur untuk Tim Panahan

Permintaan paling spesifik yang disampaikan PP Perpani adalah penambahan satu masseur sebagai pendamping tim. Irawadi menilai kebutuhan itu penting karena jatah yang tersedia belum mencakup tenaga pendamping tersebut.

Menurutnya, pengalaman pada SEA Games dan Olimpiade menunjukkan masseur biasanya disediakan oleh CdM dan Komite Olimpiade Indonesia. Namun, posisi pendamping yang jauh dari tim dinilai tidak ideal untuk kebutuhan atlet panahan.

“Kami hanya diberi jatah itu tapi tak diberi satu orang pendamping, yaitu masseur,” ujar Irawadi. Ia berharap permintaan penambahan satu masseur dapat dipertimbangkan agar penanganan fisik atlet lebih dekat dengan tim.

Kekhawatiran soal Penginapan Kontingen

Selain pendampingan, PP Perpani menyoroti rencana penyebaran kontingen Indonesia ke beberapa tempat penginapan di Aichi Nagoya. Salah satu opsi yang disebut adalah penggunaan kapal pesiar sebagai bagian dari perkampungan atlet.

Irawadi berharap tim CdM mempertimbangkan penempatan cabang olahraga dalam skema tersebut. Ia menilai pengalaman tinggal di kapal pesiar pernah menimbulkan rasa guncangan yang cukup terasa bagi atlet.

“Pengalaman atlet kami pernah tinggal di kapal pesiar dan itu terasa sekali giyang,” jelasnya. PP Perpani berharap penempatan di kapal pesiar dapat diprioritaskan untuk cabang olahraga air yang dinilai lebih terbiasa dengan kondisi tersebut.

Todotua Pasaribu menyatakan persiapan program latihan dan Pelatnas sudah memiliki program yang dijalankan Kemenpora serta Komite Olimpiade Indonesia. Untuk rangkaian Asian Games 2026, tim CdM akan bertanggung jawab memastikan pengorganisasian kontingen dari persiapan, keberangkatan, hingga pemulangan.

Ia juga menyebut situasi dan kondisi sejumlah cabang olahraga telah dibicarakan dalam momentum Rapat Anggota Luar Biasa. Todotua menekankan pembahasan itu akan ditangani internal agar tidak mengganggu konsentrasi atlet yang sedang mengejar target di Asian Games 2026.

Source: sport.detik.com
Terbaru