Persebaya Surabaya belum mendapatkan kemenangan pada laga debut sejumlah pemain asing barunya. Dalam uji coba 99th Anniversary Game, Bajul Ijo bermain imbang 2-2 dengan PSIS Semarang meski sempat memimpin dua gol.
Hasil tersebut membuat proses adaptasi para rekrutan asing menjadi perhatian menjelang Piala Presiden 2026 dan Super League 2026-2027. Pelatih Bernardo Tavares menilai skuadnya masih memerlukan waktu untuk menyatukan kondisi fisik, pemahaman permainan, dan chemistry antarpemain.
Tujuh Rekrutan Asing Masih Mengenal Tim
Persebaya mendatangkan tujuh pemain asing untuk memperkuat komposisi tim pada musim ini. Mereka baru menjalani masa latihan bersama rekan-rekan setimnya dalam waktu yang singkat.
| Pemain | Keterangan |
|---|---|
| Miguel Pereira | Pemain asing baru Persebaya |
| Walber Mota | Pemain asing baru Persebaya |
| Yann Kevin Mabella | Pemain asing baru Persebaya |
| Gledson Paixao | Pemain asing baru Persebaya |
| Yuran Fernandes | Pemain asing baru Persebaya |
| Diogo Ramalho | Pemain asing baru Persebaya |
| Alex Martins | Pemain asing baru Persebaya |
Tavares meminta penilaian terhadap para pemain baru dilakukan secara proporsional. Menurutnya, mereka tidak hanya perlu mengenal karakter rekan setim, tetapi juga menyesuaikan diri dengan sejumlah hal di Indonesia.
“Mereka mulai mengenal rekan setim, mereka mencoba mengenal beberapa hal tentang Indonesia juga. Jadi kurang dari satu minggu mereka berada di sini berlatih dengan rekan setim,” ujar Tavares seperti dikutip bola.kompas.com.
Pelatih asal Portugal itu melihat setiap pemain masih memiliki ruang untuk berkembang. Ia menilai potensi tersebut akan lebih terlihat setelah adaptasi berjalan dan persiapan tim semakin matang.
Kondisi Fisik Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Selain pemahaman permainan, kondisi fisik menjadi perhatian utama Persebaya pada fase awal persiapan. Beberapa pemain disebut mengalami sedikit masalah cedera selama pekan latihan.
Tavares menyebut departemen medis bekerja untuk menangani kondisi tersebut. Ia berharap para pemain bisa berada dalam keadaan baik saat Piala Presiden dimulai.
“Terutama kondisi fisik. Itu normal, beberapa dari mereka punya masalah fisik selama minggu ini dengan sedikit cedera, tapi departemen medis kami bekerja dengan baik dan saya harap mereka bisa oke untuk Piala Presiden,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Menurut Tavares, situasi tersebut berkaitan dengan masa jeda kompetisi yang cukup panjang bagi sebagian pemain. Program latihan pun terus disesuaikan agar seluruh anggota skuad siap menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Dua Gol PSIS Tidak Dibebankan kepada Bek
Lini pertahanan Persebaya ikut mendapat perhatian setelah PSIS mencetak dua gol melalui serangan balik. Yuran Fernandes dan Rachmat Irianto sempat dinilai belum tampil solid dalam laga uji coba tersebut.
Namun, Tavares menolak membebankan tanggung jawab kebobolan kepada satu atau dua pemain. Ia menegaskan hasil pertandingan merupakan tanggung jawab bersama seluruh tim.
“Bagi saya, saya tidak ingin menaruh tanggung jawab pada pemain. Kita kalah bersama, kita menang bersama. Bagi saya seperti itu dan mereka baru satu minggu di sini,” ujar Tavares.
Ia menambahkan bahwa staf pelatih masih mencoba melihat berbagai kemungkinan dari karakteristik pemain yang tersedia. Proses itu diperlukan untuk menemukan kombinasi yang paling tepat bagi kebutuhan tim.
Persaingan Skuad Akan Didorong
Di tengah masa adaptasi tersebut, Tavares ingin membangun persaingan sehat di internal Persebaya. Ia menekankan bahwa setiap pemain harus menunjukkan kesungguhan dalam sesi latihan untuk mendapatkan peluang bermain.
“Apa yang saya inginkan di tim saat ini adalah kompetisi. Mereka harus merasa bahwa mereka perlu datang berlatih,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu.
Tavares menilai persaingan internal dapat membantu meningkatkan standar performa seluruh pemain. Internal game dalam latihan diharapkan membuat setiap anggota skuad terus menjaga kualitasnya sebelum memasuki kompetisi resmi.
