Tawaran Newcastle United sebesar 30 juta euro (sekitar Rp568 miliar) untuk mendapatkan bek tengah Malick Thiaw ditolak oleh AC Milan. Keputusan ini diambil karena Thiaw dianggap sebagai aset penting dalam skema permainan pelatih Massimiliano Allegri, yang kembali menangani klub Milan musim ini. Penolakan tersebut dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport pada hari Rabu dan menunjukkan komitmen Milan untuk mempertahankan pemain berusia 23 tahun tersebut.
Malick Thiaw, yang merupakan pemain asal Jerman, telah menunjukkan performa yang menjanjikan sejak bergabung dengan Milan dari Schalke 04 pada tahun 2022. Kemampuannya untuk bermain di beberapa posisi di lini pertahanan menjadikannya sebagai bagian vital dalam rotasi tim, terutama di bawah pelatih Allegri yang mengandalkan formasi tiga bek di pramusim ini. Rencana Allegri untuk menggunakan Thiaw lebih sering sangat dipengaruhi oleh kekurangan stok bek tengah di timnya.
Setelah tawaran ini ditolak, muncul spekulasi bahwa Newcastle bisa kembali dengan penawaran yang lebih tinggi. Namun, Milan tetap tegas dalam keputusan mereka dan berambisi untuk mempertahankan Thiaw, agar dapat terus memberikan kontribusi maksimal dalam kompetisi Serie A dan kompetisi domestik lainnya. Thiaw juga telah mencatatkan tiga penampilan bersama tim nasional Jerman, menambah nilai jualnya di pasar transfer saat ini.
Sementara itu, Newcastle United tampaknya masih tertarik untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Beberapa klub Liga Italia lainnya, termasuk Juventus dan Como, juga sempat menunjukkan minat pada Thiaw. Namun, Allegri semakin yakin bahwa Thiaw akan memainkan peranan penting dalam timnya musim ini.
Keputusan Milan untuk menolak tawaran Newcastle bukan hanya mencerminkan nilai yang mereka tempatkan pada Thiaw, tetapi juga mencerminkan strategi klub dalam membangun tim secara keseluruhan. Dengan adanya investasi yang cukup besar dalam pemain muda dan berbakat, Milan menunjukkan keinginan untuk membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.
Thiaw menjadi salah satu dari sekian banyak pemain muda yang mengubah wajah AC Milan menjadi lebih kompetitif di Liga Italia. Kemampuannya untuk beradaptasi di berbagai posisi, ditambah dengan pengalaman yang dimiliki, menjadikannya pilihan yang dicari oleh sejumlah klub besar. Penolakan Newcastle ini mungkin akan memperkuat posisi Thiaw di Milan, sekaligus menarik minat lebih banyak klub ke depannya.
Dengan situasi ini, tampaknya masa depan Thiaw di Milan sangat cerah, setidaknya untuk musim ini. AC Milan memiliki kebijakan untuk memanfaatkan pemain muda yang memiliki potensi tinggi, dan Thiaw jelas merupakan bagian dari rencana jangka panjang mereka. Di saat yang sama, Newcastle United harus memikirkan strategi baru untuk mengatasi kekurangan di lini pertahanan mereka, mengingat tawaran awal mereka tidak diterima.
Perekrutan Thiaw oleh Milan juga memberikan contoh bagaimana klub-klub top Italia mulai memperhatikan talenta muda dari liga-liga lain. Ini menunjukkan bahwa Liga Italia masih memiliki daya tarik untuk pemain-pemain muda berbakat yang ingin menunjukkan kualitas mereka di pentas Eropa.
Sebelum bursa transfer ditutup, Newcastle diharapkan bisa mencari alternatif lain untuk memperkuat skuatnya. Akan tetapi, dengan penolakan tawaran ini dan keyakinan Alessio terhadap Thiaw, fans Milan mungkin dapat berharap melihat lebih banyak aksi dari bek muda ini di lapangan, sekaligus mengamankan posisi tim di Serie A musim ini.





