Casey Stoner Kaget Lihat Dominasi Marc Marquez Bersama Ducati di MotoGP

Casey Stoner, legenda MotoGP sekaligus mantan pembalap andalan Ducati, mengaku terkejut melihat dominasi luar biasa yang ditunjukkan Marc Marquez di musim MotoGP 2025. Marquez, yang kini membalap bersama Ducati, berhasil mencatatkan kemenangan beruntun dalam enam balapan terakhir, baik di sprint race maupun Grand Prix, sebuah pencapaian yang dianggap Stoner sangat sulit diduga pada awal musim.

Dominasi Marc Marquez Bersama Ducati

Marc Marquez tampil sangat dominan sejak bergabung dengan Ducati GP25. Dengan setengah musim MotoGP 2025 masih berjalan, Marquez sudah berada di puncak klasemen sementara dengan margin poin yang sangat menyulitkan pesaingnya untuk mengejar. Kerja sama antara pebalap asal Spanyol ini dengan motor Ducati terlihat hampir sempurna dan terus berkembang, bahkan setelah sempat melakukan eksperimen strategi di GP Austria yang kurang mulus saat kualifikasi.

Marquez kini bukan hanya mengincar gelar juara dunia ketujuhnya di kelas premier, tetapi juga berpeluang memecahkan sejumlah rekor, termasuk menjadi juara tertua dalam sejarah MotoGP jika berhasil mempertahankan performanya hingga akhir musim. Keberhasilan ini sekaligus menghidupkan kembali kejayaan Ducati yang sempat mengalami pasang surut beberapa musim terakhir.

Reaksi Casey Stoner

Menyaksikan penampilan impresif Marquez, Casey Stoner mengungkapkan kekagumannya melalui wawancara dengan TNT Sports pada Minggu (24/8/2025). “Semua orang tahu Marquez akan bagus bersama Ducati, tapi saya tidak menyangka dia akan sedominan ini," ujar Stoner. Ia menambahkan, “Tahun lalu Marquez sudah bersama Ducati melalui Gresini, tetapi masih dalam tahap adaptasi dan pemulihan bahu. Saya benar-benar tidak mengira tingkat dominasinya sejauh ini di musim ini.”

Stoner menilai bahwa performa total Marquez saat ini melampaui ekspektasi banyak pihak, mengingat ini adalah musim pertama penuh Marquez menggunakan motor Ducati secara resmi. Ia juga mengingat rekor pribadinya sendiri ketika meraih 10 kemenangan beruntun pada tahun 2014, sebuah pencapaian yang kini berpotensi disamai oleh Marquez jika mampu menambah empat kemenangan lagi secara beruntun.

Dampak pada Tim dan Rival

Kehebatan Marquez juga berdampak positif bagi tim Ducati secara keseluruhan. Meskipun rekan setimnya, Francesco Bagnaia, menjalani musim yang kurang mulus, pengembangan motor yang terjadi berkat input dari Marquez diyakini akan mengangkat daya saing tim Ducati hingga musim 2026. Bagnaia sendiri mengakui bahwa kehadiran Marquez membantu membuat Ducati semakin kompetitif, terutama di trek-trak yang selama ini menjadi favoritnya.

Sementara itu, dominasi Marquez membuat para rival mulai waspada. Aprilia dianggap sebagai satu-satunya tim yang berpotensi menantang posisi Ducati musim ini. Beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi dan Jorge Martin mencoba mendekat lewat motor baru yang dikembangkan, tetapi peluang mereka untuk menyaingi Marquez dalam perebutan gelar juara dunia semakin mengecil.

Kebangkitan Setelah Cedera

Marc Marquez tidak selalu berada di puncak. Pada 2020, ia mengalami cedera serius yang sempat membuat karirnya meredup dan meragukan masa depannya di MotoGP. Namun, kebangkitannya bersama Ducati pada musim 2025 menunjukkan bahwa Marquez masih menjadi salah satu pebalap terbaik di grid. Penampilannya yang konsisten dan dominan menunjukkan bahwa ia belum akan berhenti menguasai lintasan dalam waktu dekat.

Dengan pencapaian impresif ini, Marc Marquez tidak hanya membuktikan dirinya sebagai pembalap masa kini yang luar biasa, tetapi juga mengukuhkan legenda Ducati di ajang MotoGP. Adaptasi yang cepat dengan motor Ducati GP25 serta strategi balap yang matang membuatnya menjadi ancaman serius bagi semua rival, dan prestasi ini terus menjadi sorotan dalam dunia balap motor internasional.

Exit mobile version