Sekelompok penggemar Manchester United (Man Utd) menunjukkan ekspresi kekecewaan yang mendalam setelah tim tersebut gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal Liga Premier Inggris musim 2025/2026. Dua hasil kurang memuaskan ini membuat para fan menuntut perubahan besar, khususnya agar pelatih Ruben Amorim dipecat dari jabatannya sebagai manajer klub.
Pada pertandingan kedua yang berlangsung di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025), Man Utd hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Fulham. Manchester United sempat unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Rodrigo Muniz menit ke-58, hasil sundulan Leny Yoro yang mengarah ke gawang timnya sendiri. Namun, keunggulan itu harus sirna setelah Emile Smith Rowe membawa Fulham menyamakan skor di menit ke-73.
Sebelum laga tersebut, pada pertandingan perdana yang berlangsung di markas sendiri, Old Trafford, Man Utd juga gagal meraup poin penuh setelah kalah 0-1 dari Arsenal. Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena klub telah menggelontorkan dana lebih dari US$ 260 juta untuk mendatangkan pemain baru guna memperkuat lini serang. Namun, dalam dua laga tersebut, Man Utd justru belum mencatat gol sama sekali.
Kritik Terhadap Taktik dan Pilihan Pemain Amorim
Ruben Amorim yang mengambil alih kursi pelatih dari Erik ten Hag pada November musim lalu kini berada di bawah tekanan besar. Meskipun berhasil membawa Man Utd ke final Liga Europa musim sebelumnya, performa mengecewakan musim ini membuat kesabaran pendukung semakin menipis. Saat ini, posisi Man Utd bahkan terperosok di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Premier.
Salah satu poin kritik tajam datang dari keputusan Amorim yang mencadangkan Bruno Fernandes dan memilih menempatkannya lebih dalam di lini tengah, berpasangan dengan Casemiro. Selain itu, pergantian Casemiro dengan Mason Mount juga menuai pertentangan dari sebagian penggemar. Pilihan untuk mengabaikan gelandang muda Koobie Mainoo yang dianggap memiliki potensi turut dipersoalkan.
Formasi 3-4-3 yang diterapkan oleh Amorim juga menjadi sasaran kritik. Karena hanya ada dua pemain lini tengah utama yaitu Fernandes dan Casemiro, lini tengah Man Utd dianggap mudah ditembus lawan. Banyak fans menilai taktik ini kurang seimbang dan membuat permainan United menjadi mudah diprediksi.
Seorang penggemar menulis di media sosial X, "Pecat Amorim. Dia sudah punya waktu setahun, tapi tidak ada perkembangan sama sekali." Komentarnya mewakili suara kekecewaan besar dari komunitas penggemar yang menuntut perubahan segera.
Investasi Besar Tanpa Hasil Maksimal
Rekam jejak positif Ruben Amorim sebelumnya termasuk meraih dua gelar Liga Portugal bersama Sporting CP pada tahun 2021 dan 2024. Namun, ekspektasi yang dibebankan kepadanya di Old Trafford jauh lebih besar. Dengan investasi besar pada pemain seperti Mathus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko, para penggemar berharap tim bisa segera menampilkan performa kompetitif di level tertinggi liga.
Tabel berikut merangkum hasil dua laga awal Man Utd di Liga Premier 2025/2026:
- Man Utd vs Arsenal (Old Trafford) : Kalah 0-1
- Fulham vs Man Utd (Craven Cottage) : Seri 1-1
Jika Manchester United kembali gagal meraih hasil positif dalam tiga laga berikutnya melawan Burnley, Manchester City, dan Chelsea, masa depan Amorim sebagai pelatih diyakini bakal menghadapi ancaman serius. Tekanan dari pendukung dan direksi klub pun diprediksi akan meningkat, mengingat ambisi Man Utd yang ingin kembali ke jalur juara.
Reaksi Fans dan Masa Depan Pelatih
Suara-suara penggemar Manchester United menunjukkan betapa pentingnya hasil di pertandingan-pertandingan awal musim, terutama bagi klub sebesar Man Utd yang memiliki standar tinggi. Polemik soal strategi dan pilihan pemain pun semakin memanas. "Amorim tidak bisa bermain dengan formasi 4-3-3 dan mengabaikan Mainoo sudah cukup untuk memecatnya," kata seorang fan dengan tegas.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi klub dan manajemen dalam mengambil keputusan terkait arah teknis dan kepelatihan di tengah musim yang baru berjalan. Selain performa di lapangan, dinamika di ruang ganti dan kepuasan penggemar menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan.
Penampilan tim dan keputusan klub dalam menghadapi tekanan serius dari para fans dalam pekan-pekan mendatang akan menjadi indikator utama bagi kelangsungan karier Ruben Amorim di Old Trafford dan masa depan Manchester United dalam kompetisi Liga Premier Inggris musim ini.
