Italia berhasil meraih kemenangan dramatis atas Israel dengan skor 5-4 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa yang digelar di Stadion Nagyerdei, Selasa pagi WIB. Meski sempat tertinggal dan menghadapi situasi yang sulit, Gli Azzurri mampu bangkit dengan menunjukkan mentalitas juang yang tinggi. Pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, memberikan pujian atas semangat tim, namun juga menyoroti sejumlah kelemahan, khususnya pada lini pertahanan.
Pertandingan yang Penuh Drama
Pertandingan ini berjalan sangat ketat sejak awal. Israel memulai dengan tekanan kuat dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-16. Kesalahan Manuel Locatelli yang tidak mampu mengantisipasi bola mengakibatkan gol bunuh diri, membawa Israel unggul 1-0. Italia, yang mengandalkan skema 4-4-2, langsung bereaksi dengan meningkatkan intensitas serangan.
Pada menit ke-40, Moise Kean berhasil menyamakan kedudukan setelah menerima assist dari Mateo Retegui. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Namun, drama kembali terjadi di babak kedua ketika Israel kembali unggul lewat tandukan Dor Peretz pada menit ke-52. Balasan cepat datang dari Moise Kean yang mencetak gol kedua untuk Italia dua menit kemudian.
Italia kemudian berbalik memimpin melalui gol Matteo Politano pada menit ke-58 dan diikuti oleh gol Raspadori pada menit ke-81. Sayangnya, pertahanan tim tidak stabil dan menghadirkan kesalahan dramatis kali kedua ketika Alessandro Bastoni melakukan gol bunuh diri pada menit ke-87, mengubah skor menjadi 4-3. Keunggulan tipis itu kemudian disamakan Israel pada menit ke-89 berkat gol Dor Peretz lewat skema bola mati.
Kemenangan akhirnya dipastikan oleh Sandro Tonali pada menit ke-90+1, yang memaksimalkan umpan silang dari Andrea Cambiaso. Gol ini memastikan tambahan tiga poin penting bagi Italia.
Komentar Gennaro Gattuso
Usai pertandingan, Gattuso memberikan apresiasi tinggi pada semangat pantang menyerah yang diperlihatkan para pemain. “Saya harus memberikan pujian kepada para pemain, yang memiliki keinginan untuk menghadapi setiap kondisi sulit,” ucapnya dikutip dari laman resmi Federasi Sepakbola Italia (FIGC).
Meski begitu, Gattuso juga mengakui masih banyak yang harus diperbaiki. Ia menyoroti rapuhnya pertahanan dan sejumlah gol bodoh yang diderita timnya. “Kami kebobolan beberapa gol bodoh. Kami rapuh, kami kebobolan gol dengan terlalu mudah. Ini bukan kritik terhadap para pemain, ini adalah masalah saya yang harus saya selesaikan dengan staf saya,” katanya.
Pelatih berusia 45 tahun ini menekankan pentingnya perbaikan jika Italia ingin meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang. “Kami pantas mendapatkannya, beberapa hari terakhir sangat luar biasa, tetapi jika kami ingin mencapai sesuatu yang penting, kami harus memperbaiki kondisi,” tambahnya.
Perkembangan Posisi di Grup I
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Italia sejak Gattuso mengambil alih jabatan pelatih. Dengan tambahan tiga poin, Italia kini menempati posisi ketiga klasemen Grup I dengan total enam poin. Sementara itu, Israel harus puas turun ke peringkat kedua dengan koleksi sembilan poin.
Berikut posisi sementara Grup I setelah laga ini:
- Negara A – X poin
- Israel – 9 poin
- Italia – 6 poin
- Negara B – Y poin
…
( Catatan: Data lengkap klasemen bisa dilihat melalui federasi resmi ).
Susunan Pemain dan Formasi
Italia tampil dengan formasi 4-4-2 menggunakan pemain-pemain kunci seperti Gianluigi Donnarumma di bawah mistar, Moise Kean sebagai ujung tombak yang mencetak dua gol, serta Sandro Tonali yang menjadi pahlawan kemenangan. Sedangkan Israel memainkan 4-2-3-1 dengan Daniel Peretz sebagai kiper utama dan Dor Peretz yang mencetak dua gol.
Pertandingan ini menjadi pembuktian semangat juang Italia sekaligus pengingat bahwa fokus dan konsentrasi dalam bertahan harus ditingkatkan agar tidak tergelincir dalam momen-momen krusial. Bagi Gattuso dan timnya, ini adalah pembelajaran penting dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.
Pelatih dan pemain kini dihadapkan pada tantangan untuk terus membenahi kelemahan di lini belakang dan mematangkan strategi demi mencapai hasil optimal di laga-laga berikutnya. Penampilan impresif ini juga memberi sinyal positif dengan munculnya para talenta muda yang siap mengangkat prestasi Italia kembali ke puncak.