Persib Bandung menyambut pertandingan perdana mereka di AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26 dengan kondisi yang sangat menguntungkan. Tim asuhan Bojan Hodak dijadwalkan berhadapan dengan Lion City Sailors, wakil Singapura, pada Kamis, 18 September 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Salah satu keuntungan utama yang dimiliki Persib menjelang laga penting ini adalah selisih waktu istirahat yang cukup panjang dibandingkan lawan.
Persib terakhir melakoni pertandingan pada Jumat, 12 September 2025 di kompetisi Super League menghadapi Persebaya Surabaya. Sementara Lion City Sailors baru bermain tiga hari kemudian, yakni pada Minggu, 14 September 2025 melawan Balestier Khalsa di Liga Singapura. Dengan perbedaan dua hari lebih lama untuk memulihkan kondisi fisik dan mental, Persib memiliki peluang lebih besar dalam hal kesiapan fisik menghadapi duel di level Asia ini.
Keunggulan Durasi Pemulihan Fisik
Waktu istirahat yang mencukupi menjadi modal penting mengingat jadwal padat yang kerap dialami klub-klub Asia. Pemulihan yang optimal memungkinkan pemain inti Persib menjalani sesi latihan dengan lebih fokus pada aspek taktik dan teknis. Bojan Hodak dan tim pelatih dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk:
- Memastikan pemulihan fisik pemain tetap maksimal guna menekan risiko cedera.
- Melakukan analisis mendalam terhadap gaya permainan Lion City Sailors yang dikenal agresif dan cepat.
- Menyesuaikan skema permainan dan strategi yang tepat agar bisa menguasai pertandingan di kandang sendiri.
Peluang Taktis dan Motivasi Tambahan
Laga kandang di GBLA menjadi keuntungan lain selain dari sisi fisik. Suporter Persib, Bobotoh, dikenal sebagai salah satu kelompok pendukung paling fanatik dan penuh semangat. Kehadiran mereka secara langsung akan menjadi dorongan moral besar bagi skuad Maung Bandung. Ini sangat penting terutama pada fase grup yang menuntut performa konsisten demi meraih poin maksimal.
Analisa taktis juga mendapatkan perhatian serius dari pelatih. Mengetahui kekuatan dan kelemahan Lion City Sailors menjadi kunci agar Persib bisa mengontrol tempo permainan dan memaksimalkan lini depan. Sementara itu, lini tengah yang dipimpin gelandang seperti Thom Haye diharapkan mampu mendikte permainan serta menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Langkah Awal di Ajang Bergengsi
Pertandingan melawan Lion City Sailors merupakan ujian pertama Persib di ajang ACL 2 musim ini. Prestasi Persib di kancah Asia akan terbentuk sejak awal grup, sehingga start yang positif sangat krusial. Keuntungan-keuntungan yang didapatkan berupa waktu persiapan dan dukungan penuh di kandang menambah optimisme bahwa Persib bisa membuka babak fase grup dengan hasil terbaik.
Meski demikian, Bojan Hodak tetap menekankan pentingnya fokus dan disiplin demi menjaga performa tim agar tetap konsisten. Persiapan matang tidak hanya dalam aspek fisik dan strategi, namun juga mental bertanding akan menjadi penentu keberhasilan dalam mengarungi kompetisi yang level persaingannya sangat tinggi ini.
Pengaruh Jadwal Padat dan Strategi Pemulihan
Jadwal Super League yang padat memang menjadi tantangan tersendiri bagi Persib. Namun, manajemen dan tim pelatih telah mengatur rotasi pemain dan program pemulihan dengan baik. Hal ini terlihat dari kondisi stamina pemain yang relatif prima saat menghadapi Persebaya dan juga kesiapan jelang pertandingan internasional.
Di sisi lain, Lion City Sailors harus berjuang dengan waktu yang lebih singkat antara jadwal kompetisi domestik dan ACL 2. Hal ini dapat menjadi kendala dalam persiapan mereka, terutama dalam merancang strategi dan memaksimalkan kondisi pemain secara menyeluruh.
Persib Bandung kini memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan waktu istirahat dan dukungan Bobotoh guna mewujudkan hasil positif. Momentum ini bila dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi fondasi kuat dalam perjalanan mereka di AFC Champions League Two musim ini.
