Persija Jakarta kembali menjadi sorotan usai pertandingan melawan Bali United pada pekan kelima Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS). Selain hasil imbang 1-1, sorotan utama tertuju pada kualitas rumput JIS yang dinilai kurang mendukung permainan, sehingga membuat kapten Persija, Rizky Ridho, harus beradaptasi dengan cara bermain yang tidak biasa.
Masalah Kualitas Rumput dan Pengaruhnya pada Gaya Permainan
Rizky Ridho secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi lapangan JIS yang menurutnya menurunkan efektivitas teknik permainan Persija. "Kadang bola memantul tidak wajar, sehingga kontrol bola jadi sulit. Rasanya seperti disuruh kontrol bola pakai betis," ujarnya dalam konferensi pers usai laga pada Minggu (14/9/2025). Kondisi ini membuat operan-operan yang biasanya berjalan mulus di stadion lain sulit dilakukan dengan baik.
Bek berusia 23 tahun ini menambahkan, pengaruh rumput buruk memaksa tim untuk mengubah cara bermain secara mendadak. "Ketika main tandang di stadion lain, kami bisa main satu-dua sentuhan. Tapi di sini, dengan dukungan suporter luar biasa, justru kami ragu melakukannya," jelas Ridho. Adaptasi permainan yang harus dilakukan di JIS ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang sudah biasa dengan pola teknis tertentu.
Dampak Pada Taktik dan Mental Pemain
Selain faktor rumput, Ridho juga mengomentari strategi Bali United yang dinilai mengulur waktu dengan melakukan banyak aksi jatuh-jatuh di lapangan. "Babak pertama kami kehilangan fokus dan kecolongan lewat counter attack. Begitu kami mulai menemukan ritme, mereka mencoba menghentikan dengan banyak terjatuh. Saya rasa semua orang bisa lihat itu," ujar mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
Kondisi ini semakin memperumit jalannya pertandingan, mengharuskan Persija untuk bermain dengan fokus tinggi dan adaptasi teknik yang tidak lazim. Ridho menyebut bahwa efektivitas permainan Persija hanya berjalan optimal selama 45 menit pertama, selebihnya terganggu oleh strategi kali lawan dan kondisi lapangan yang buruk.
Kritikan Terhadap Manajemen Stadion dan Harapan Perbaikan
Rumput JIS yang tidak dalam kondisi baik sebetulnya menjadi masalah lama yang berulang, terlebih lagi karena JIS juga digunakan untuk kegiatan non-olahraga, seperti konser boyband Korea Selatan, NCT Dream, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27–28 September 2025 mendatang. Hal ini menyebabkan Persija harus pindah kandang sementara ke Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada pertandingan berikutnya melawan PSBS Biak Bhayangkara FC.
Rizky Ridho menegaskan harapannya kepada pengelola stadion untuk memperhatikan kualitas lapangan demi mendukung performa tim. "Saya senang bisa bermain di stadion megah seperti JIS. Tapi sebagai perwakilan teman-teman, saya ingin memberikan masukan: kalau bisa, rumputnya diperbaiki setelah konser," tuturnya.
Sikap kritis Ridho ini sekaligus menunjukkan kepeduliannya sebagai kapten tim. Ia bangga bisa berlaga di hadapan puluhan ribu suporter Jakmania tetapi juga menyadari pentingnya fasilitas yang memadai untuk menunjang kinerja pemain di dalam lapangan.
Dampak Langsung Pada Klub dan Liga
Hasil imbang dalam pertandingan tersebut membuat Persija gagal menyalip Borneo FC yang masih berada di puncak klasemen sementara. Dengan total 11 poin dari lima pertandingan, posisi Persija tetap stabil di urutan kedua, sementara Bali United masih berjuang di papan tengah.
Situasi ini memperlihatkan betapa kualitas lapangan tidak hanya berpengaruh pada aspek teknis permainan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi mental dan hasil laga. Adaptasi teknik yang harus dilakukan Rizky Ridho dan rekan-rekannya seakan menjadi pelajaran tak terduga yang harus mereka kuasai untuk menaklukkan tantangan lapangan yang kurang ideal.
Upaya Adaptasi Teknik Baru oleh Rizky Ridho
Menariknya, kondisi rumput yang buruk membuat Rizky Ridho sampai harus belajar teknik kontrol bola yang tidak biasa. Ia secara jujur mengaku harus "belajar ilmu di luar kebiasaan" untuk mengatasi bola yang memantul tidak wajar. Pendekatan ini mencerminkan profesionalisme dan semangat pemain muda itu untuk terus berkembang menghadapi segala jenis tantangan.
Dengan situasi yang demikian, kondisi rumput JIS menjadi perhatian besar tidak hanya bagi manajemen klub tetapi juga bagi penyelenggara stadion dan liga. Perbaikan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas pertandingan dan kenyamanan para pemain maupun penonton.
Artikel ini mencerminkan bagaimana faktor eksternal seperti kondisi lapangan dapat berpengaruh signifikan terhadap cara bermain dan performa mental pemain profesional di level tertinggi liga sepakbola Indonesia.
