Laga Timnas Indonesia Putaran Empat Kualifikasi Piala Dunia Dipimpin Wasit Kontroversial

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menunjuk perangkat pertandingan untuk laga Timnas Indonesia dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak. Penunjukan ini menuai kritik dan protes dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, karena wasit yang ditunjuk dinilai berasal dari wilayah yang sama dengan lawan Indonesia, sehingga berpotensi memengaruhi objektivitas pertandingan.

Wasit dalam Laga Indonesia vs Arab Saudi dan Irak

Pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi yang digelar pada 9 Oktober mendatang akan dipimpin oleh wasit asal Kuwait, Ahmed Al Ali. Selain itu, wasit asisten dan wasit video assistant referee (VAR) juga berasal dari Kuwait, yakni Abdul Hadi Al-Anzi, Ahmed Abbas, Ammar Ashkanani, dengan wasit VAR Abdullah Jamali dan Abdullah Al-Kandari.

Sementara itu, untuk laga melawan Irak pada 12 Oktober, wasit utama yang ditunjuk adalah Ma Ning dari China. Asisten wasit yang mendampingi terdiri dari Zhou Fei, Zhang Shang, dan Shen Yanhu. Untuk posisi wasit VAR, didapuk Fu Ming dari China bersama Sivakorn Pu-Udom dari Thailand.

Protes PSSI terhadap Penunjukan Wasit

Erick Thohir menyampaikan keberatannya melalui surat resmi yang dikirimkan ke FIFA dan AFC. Dia menilai penunjukan wasit dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, seperti Kuwait, dan China untuk pertandingan melawan Arab Saudi dan Irak, kurang mencerminkan netralitas.

"Yang ternyata wasitnya dari negara regional yang sama dari Kuwait," ungkap Erick. Ia pun mendorong agar wasit di putaran ini berasal dari wilayah yang lebih netral, seperti Australia, Jepang, China, atau bahkan Eropa.

Ekspresi kekhawatiran tersebut berdasarkan pertimbangan pentingnya keadilan dalam kompetisi tingkat internasional, apalagi jadi penentu nasib untuk melangkah ke putaran selanjutnya Piala Dunia.

Kontroversi Dari Rekam Jejak Wasit

Rekam jejak wasit Ma Ning yang ditugaskan pada laga melawan Irak turut menjadi sorotan. Dalam catatan historis, Ma Ning pernah menunjukkan keputusan kontroversial dengan memberikan penalti sebanyak tiga kali kepada tim Qatar dalam final Piala Asia melawan Yordania. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi dan penilaian yang objektif dalam pertandingan nanti.

Selain itu, penggunaan wasit VAR juga menjadi perhatian. Dalam laga melawan Irak, penunjukan Fu Ming dan Sivakorn Pu-Udom yang berasal dari Thailand diduga membawa potensi ketidaknetralan, terutama mengingat ketatnya persaingan dan tekanan yang dialami Timnas Indonesia.

Jadwal dan Lokasi Pertandingan

Laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B ini berlangsung di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi. Timnas Indonesia pertama-tama akan berhadapan dengan tuan rumah Arab Saudi pada 9 Oktober pukul 00.15 WIB, sebelum melanjutkan pertandingan melawan Irak pada 12 Oktober pukul 02.30 WIB.

Data Perangkat Pertandingan

  1. Indonesia vs Arab Saudi

    • Wasit utama: Ahmed Al Ali (Kuwait)
    • Asisten wasit: Abdul Hadi Al-Anzi, Ahmed Abbas, Ammar Ashkanani (Kuwait)
    • Wasit VAR: Abdullah Jamali, Abdullah Al-Kandari (Kuwait)
  2. Indonesia vs Irak
    • Wasit utama: Ma Ning (China)
    • Asisten wasit: Zhou Fei, Zhang Shang, Shen Yanhu (China)
    • Wasit VAR: Fu Ming (China), Sivakorn Pu-Udom (Thailand)

Penunjukan wasit dari negara-negara yang berdekatan secara regional dengan lawan Indonesia menimbulkan kekhawatiran terkait kemungkinan adanya bias, yang tentu dapat memengaruhi hasil pertandingan penting untuk kelangsungan Timnas Indonesia di kancah internasional.

PSSI melalui Erick Thohir terus mengupayakan komunikasi dan negosiasi dengan FIFA dan AFC agar mendapat penunjukan wasit yang dianggap lebih netral dan fair bagi Timnas Indonesia. Namun, hingga detik ini penunjukan resmi dari AFC tetap berlaku sesuai dengan pengumuman pertama.

Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya integritas dan transparansi dalam kompetisi sepak bola internasional, terutama dalam ajang yang sangat strategis seperti Kualifikasi Piala Dunia, demi memastikan setiap tim bermain seadil-adilnya tanpa adanya keraguan atas perlakuan wasit.

Exit mobile version