Berapa Poin yang Dibutuhkan untuk Juara Premier League?
Persaingan juara Premier League selalu menarik untuk diikuti, terutama soal berapa poin yang dibutuhkan untuk membawa pulang trofi bergengsi tersebut. Berdasarkan catatan sejak Premier League dibentuk pada 1992, rata-rata poin yang diraih oleh tim juara mencapai sekitar 87,7 poin. Namun, tren dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa batas poin untuk menjadi juara cenderung semakin tinggi.
Tren Poin Juara dalam Premier League
Dalam sembilan musim terakhir, tujuh di antaranya mencatat tim juara dengan poin lebih dari 90. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan standar performa yang harus dicapai untuk merebut gelar juara. Kehadiran pelatih seperti Pep Guardiola di Manchester City membuat tren ini semakin menanjak, dengan rata-rata poin juara sejak 2016 menjadi sekitar 92,5 poin.
Rekor tertinggi dicatat oleh Manchester City pada musim 2017/18 dengan 100 poin, sementara Liverpool hampir menyamai prestasi tersebut pada musim 2019/20 dengan 99 poin. Bahkan, Liverpool juga pernah meraih 97 poin di musim 2018/19, tapi tetap gagal juara karena City unggul satu poin.
Poin Minimal untuk Juara
Meskipun tren saat ini menuntut angka tinggi, Premier League juga pernah menyaksikan gelar juara diraih dengan poin yang lebih rendah. Misalnya, Manchester United pada musim 1995/96 menjadi juara dengan total 75 poin, angka terendah dalam sejarah era Premier League. Pada musim 1996/97 dan 1997/98, United dan Arsenal juga mampu menjadi juara dengan masing-masing 79 dan 78 poin. Selain itu, Leicester City membuat kejutan besar dengan meraih gelar juara pada musim 2015/16 dengan poin hanya 81.
Melihat fluktuasi ini, ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah poin yang dibutuhkan untuk menjadi juara, termasuk tingkat kompetisi, konsistensi tim, dan performa rival pada musim tersebut.
Dominasi Liverpool di Awal Musim 2025/26
Di musim 2025/26, Liverpool kembali menunjukkan performa impresif dengan memimpin klasemen setelah meraih lima kemenangan beruntun dan mengoleksi 15 poin awal. Mereka unggul lima poin atas Arsenal yang berada di posisi kedua, serta memiliki jarak cukup jauh terhadap Tottenham Hotspur, Bournemouth, Chelsea, hingga Manchester City.
Liverpool mengandalkan gol-gol penentu dari pemain seperti Federico Chiesa, wonderkid Rio Ngumoha, hingga Mohamed Salah yang mencetak penalti pada menit akhir pertandingan. Keunggulan awal ini memberi sinyal bahwa Liverpool berpotensi kembali mempertahankan gelar, namun kunci keberhasilan terletak pada kemampuan mereka menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Jumlah Poin yang Diharapkan untuk Juara Musim Ini
Melihat sejarah dan tren terkini, dibutuhkan minimal sekitar 88 poin agar sebuah tim bisa bersaing secara realistis merebut gelar juara Premier League musim ini. Angka ini mencerminkan standar tinggi dalam persaingan kompetitif yang semakin ketat, terutama dengan adanya beberapa tim kuda hitam yang siap memberikan perlawanan sengit.
Berikut rangkuman jumlah poin minimum dan rekor juara Premier League:
- Rata-rata poin juara sejak 1992: 87,7 poin
- Rata-rata poin juara sejak 2016 (era Guardiola): 92,5 poin
- Rekor tertinggi poin juara: 100 poin (Man City, 2017/18)
- Poin juara minimal: 75 poin (Man United, 1995/96)
- Juara dengan poin di bawah 80 juga terjadi pada tahun 1990-an dan Leicester City (81 poin, 2015/16)
Faktor Penentu Keberhasilan
Selain jumlah poin, komponen lain seperti kedalaman skuad, konsistensi karena minim cedera, dan kemampuan tim melangsungkan kemenangan krusial pada menit-menit akhir turut menjadi penentu kesuksesan. Liverpool musim ini telah memperlihatkan performa tersebut, tetapi masih harus menghadapi tantangan dari klub-klub kuat lain seperti Manchester City, Chelsea, Tottenham, dan Arsenal yang terus berusaha menekan persaingan.
Dengan dinamika kompetisi Premier League dan berbagai variabel tak terduga selama satu musim penuh, jumlah poin yang dibutuhkan untuk menjadi juara bisa berubah. Namun, sejarah dan data menunjukkan bahwa angka sekitar 88 poin menjadi ambang minimal yang realistis untuk kampanye juara di era modern ini.
