Marselino Ferdinan dicoret dari daftar skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan digelar pada 9-12 Oktober 2025. Keputusan ini resmi diumumkan oleh PSSI dan menuai beragam reaksi mengingat peran penting Marselino di fase kualifikasi sebelumnya.
Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, mengungkapkan bahwa keputusan tidak memanggil Marselino sepenuhnya merupakan hak prerogatif pelatih, yakni Patrick Kluivert. Menurut Arya, PSSI tidak ikut campur dalam proses seleksi pemain. "Pemilihan pemain merupakan kewenangan pelatih. Selama kami di PSSI, tidak ada orang tertentu yang bisa memasukkan pemain. Jadi murni keputusan pelatih," ujar Arya pada Kamis, 25 September 2025.
Faktor Cedera Jadi Alasan Utama
Marselino Ferdinan yang berusia 21 tahun saat ini masih dalam tahap pemulihan cedera, sehingga belum mencapai kondisi fisik terbaik. Meski rutin berlatih di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, ia belum juga mencatatkan menit bermain di level kompetitif untuk musim 2025/2026. Terakhir kali Marselino tampil adalah saat memperkuat Oxford United dalam laga kontra Liga Indonesia All Star pada ajang Piala Presiden 2025 di bulan Juli lalu.
Pada awal September 2025, Marselino dipinjamkan ke klub Slovakia, AS Trencin. Sayangnya, ia belum memulai debut di klub tersebut karena masih menemui kendala cedera sekaligus proses administrasi izin kerja yang belum selesai. Kondisi ini menjadi bahan pertimbangan tim pelatih menjelang pemilihan skuad untuk kualifikasi mendatang.
Arya menambahkan bahwa minimnya jam bermain Marselino dan evaluasi dari pertandingan uji coba FIFA Matchday bulan September lalu menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. “Mungkin karena jam bertanding Marselino belum ada, itu jadi pertimbangan. Laga uji coba di FIFA Matchday September lalu mungkin juga jadi evaluasi tim kepelatihan,” jelasnya.
Pengaruh Keputusan Kluivert pada Skuad Timnas
Pangkasannya sebagai pemilihan pemain utama di timnas ini menimbulkan perbincangan luas, khususnya mengingat catatan apik Marselino sebelumnya. Pada kualifikasi sebelumnya, Marselino bahkan sempat mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi, menegaskan posisinya sebagai salah satu aset berharga timnas.
Selain Marselino, ada juga nama Ivar Jenner yang absen karena cedera. Gelandang muda yang bermain di Jong Utrecht tersebut tidak masuk skuad ketika timnya menjalani pertandingan Liga 2 Belanda melawan SC Cambuur pada 23 September 2025.
Harapan Untuk Karier Marselino di Masa Depan
Meski dicoret kali ini, peluang Marselino untuk terus berkarya di level internasional masih terbuka lebar. Usianya yang baru 21 tahun memberi ruang dan waktu yang cukup untuk kembali pulih dan menunjukkan kemampuan di berbagai ajang penting. Beberapa kompetisi yang potensial untuk menjadi panggung kebangkitan Marselino di antaranya adalah playoff antarkonfederasi menuju Piala Dunia, Piala AFF 2026, serta Piala Asia 2027.
PSSI menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan pemain muda berbakat seperti Marselino agar bisa kembali tampil maksimal dan mempersiapkan perjuangan di tim nasional. Dengan dukungan dan pengelolaan yang tepat, kehadiran Marselino di skuad Garuda diperkirakan bakal kembali memperkuat lini tengah sekaligus menambah daya gedor timnas pada kompetisi mendatang.
PSSI dan tim pelatih diharapkan terus melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya soal kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental serta taktik yang diperlukan agar skuad Indonesia bisa bersaing maksimal di tingkat internasional. Keputusan Kluivert yang tegas terkait komposisi pemain memberikan gambaran profesionalisme dalam mengelola tim, demi hasil yang optimal dan prestasi membanggakan bagi bangsa.
