Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Bernadine Anindiya Wardana, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar perdana pada turnamen bulu tangkis Super 100 Al Ain Masters 2025 yang digelar di Al Ain, Uni Emirat Arab, Minggu lalu. Dalam pertandingan final, mereka mengalahkan rekan senegara, Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata, dengan skor meyakinkan 21-12 dan 21-16.
Penampilan Dominan di Final
Kemenangan ini menjadi catatan manis karena Dejan/Bernadine baru resmi dipasangkan sejak September 2024. Pasangan muda ini tampil sangat impresif di partai puncak, menunjukkan kekompakan serta strategi yang matang. Skor straight game yang mereka raih memperlihatkan dominasi dari awal hingga akhir pertandingan. Kesuksesan ini bukan hanya kemenangan individual, tapi juga simbol kemajuan yang signifikan bagi ganda campuran Indonesia.
Perjalanan Menuju Gelar Perdana
Sebelumnya, Dejan/Bernadine telah mengikuti tiga turnamen sejak pembentukan pasangan mereka. Di Vietnam Open Super 100, mereka berhasil menembus babak kedua, sedangkan pada Indonesia Masters Super 100 di Riau, mereka harus tersingkir di babak pertama. Gelar di Al Ain menjadi pencapaian terbaik dalam perjalanan singkat mereka berkompetisi bersama.
Keberhasilan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa duet baru ini memiliki potensi besar di kancah bulu tangkis internasional, terutama sektor ganda campuran. Pelatih dan Pelti telah menunjukkan kepercayaan dengan menciptakan formasi baru yang kini mulai menunjukkan hasil positif.
Dominasi Indonesia di Final Al Ain Masters
Selain Dejan/Bernadine, Indonesia juga menempatkan dua wakil lainnya di babak final Al Ain Masters 2025. Di sektor ganda putra, Raymond Indra/Nicolaus Joaquin sukses melaju ke partai puncak dan akan menghadapi pasangan India, Hariharan Amsakarunan dan M.R. Arjun. Hal ini membuktikan kekuatan Indonesia dalam beberapa nomor ganda di turnamen ini.
Latar Belakang Duet Baru
PBSI mengumumkan formasi pasangan Dejan dan Bernadine pada Juli 2024, setelah Dejan sebelumnya berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti di awal musim. Fadia kemudian difokuskan pada sektor ganda putri, sementara Dejan tetap memperkuat sektor ganda campuran dengan binaan yang baru. Bernadine sendiri merupakan pemain muda berbakat kelahiran tahun 2006 asal klub PB Djarum yang baru saja bergabung ke pelatnas Cipayung setelah menjuarai seleksi nasional PBSI.
Pada 2024, Bernadine juga berkontribusi pada keberhasilan Indonesia meraih gelar di BWF World Junior Mixed Team Championships sebagai pasangan Darren Aurelius. Prestasi tersebut menjadi modal penting dalam kariernya yang semakin cepat berkembang bersama Dejan.
Data Prestasi Dejan/Bernadine
- Tahun resmi pasangan: September 2024
- Turnamen yang diikuti:
- Vietnam Open Super 100 (babak kedua)
- Indonesia Masters Super 100 (babak pertama)
- Al Ain Masters 2025 (juara)
- Keunggulan di final Al Ain Masters: Mengalahkan sesama wakil Indonesia dengan skor 21-12, 21-16
Kemenangan ini memberikan angin segar bagi sektor ganda campuran Indonesia yang tengah mencari regenerasi pemain berbakat. Pasangan Dejan/Bernadine diharapkan dapat melanjutkan tren positif dan mengukir prestasi lebih tinggi di kompetisi bulu tangkis internasional yang akan datang. Selain menjadi momentum penting dalam karier keduanya, hasil ini juga menegaskan kualitas pembinaan bulu tangkis Indonesia yang terus berupaya menghasilkan atlet berkelas dunia.
Source: bola.bisnis.com
