5 Kebiasaan Risiko Tinggi yang Perlu Ditinggalkan Saat Perjalanan Liburan Akhir Tahun

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering dimanfaatkan masyarakat untuk mudik atau berlibur menggunakan kendaraan pribadi. Namun, tingginya volume lalu lintas pada momen ini juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Oleh sebab itu, penting bagi pengemudi untuk menghindari perilaku berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan selama perjalanan.

Berdasarkan penjelasan dari Safety Defensive Driving Consultant Indonesia dan ASTRA Infra, terdapat lima perilaku berisiko yang harus diwaspadai dan dihindari saat mudik Nataru. Menghindari kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya.

1. Berhenti atau Menepi di Tempat yang Tidak Semestinya
Pengemudi sering tergoda untuk berhenti di bahu jalan atau area yang tidak resmi untuk beristirahat. Padahal, tindakan ini melanggar aturan dan bisa menghambat arus lalu lintas serta berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pengemudi disarankan memanfaatkan rest area resmi yang telah dilengkapi fasilitas lengkap seperti toilet bersih, mushala, dan restoran.

2. Berkendara Secara Agresif
Sikap mengemudi dengan emosi atau agresif seperti menyalip di bahu jalan dan zigzag di antara kendaraan lain sangat berbahaya. Perilaku ini menyulitkan kendali kendaraan terutama saat menghadapi kondisi darurat. Berkendara dengan tenang dan tertib dapat membantu memperkecil risiko kecelakaan.

3. Menjadi Lane Hogger
Lane hogger adalah pengemudi yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan rendah di lajur kanan, yang seharusnya digunakan untuk mendahului. Kebiasaan ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan potensi tabrakan. Disarankan untuk menjaga kecepatan normal sesuai peraturan dan menggunakan lajur kanan hanya untuk menyalip.

4. Tidak Menjaga Jarak Aman
Menjaga jarak antar kendaraan sangat krusial untuk memberikan waktu reaksi jika terjadi situasi mendadak. Sony Susmana dari Safety Defensive Driving Consultant menjelaskan, pengemudi sebaiknya menjaga jarak minimal 60-80 meter saat berjalan dengan kecepatan 80 km/jam. Metode hitungan tiga detik juga efektif untuk memastikan jarak aman dengan kendaraan di depan.

5. Memaksakan Diri Berkendara Saat Lelah
Kelelahan menurunkan konsentrasi dan menjadi salah satu faktor utama kecelakaan lalu lintas. Titik lelah biasanya muncul setelah berkendara selama empat jam tanpa henti. Kondisi ini dapat memicu microsleep, di mana pengemudi kehilangan kesadaran singkat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Tanda-tanda kelelahan seperti mata berat, sering menguap, dan kesulitan mempertahankan posisi kepala harus diwaspadai, serta segera beristirahat.

Dengan memahami dan menghindari lima perilaku berbahaya tersebut, pengemudi dapat berkontribusi menjaga keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya selama mudik Nataru. Pastikan perjalanan Anda aman dengan disiplin berkendara serta memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia secara maksimal.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version