Plug-in hybrid vehicles (PHEV) menawarkan keuntungan seperti biaya bahan bakar lebih rendah dan emisi yang berkurang. Namun, Consumer Reports menemukan bahwa PHEV memiliki sekitar 80% lebih banyak masalah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin konvensional.
Survei tahunan terbaru Consumer Reports melibatkan pemilik sekitar 380.000 kendaraan dari model tahun 2000 sampai 2025. Data ini mengungkapkan ketidakandalan yang signifikan pada berbagai model PHEV, memberikan gambaran mendalam bagi konsumen yang akan membeli kendaraan.
Masalah pada Model PHEV Populer
Ford Escape PHEV menempati posisi paling tidak dapat diandalkan di segmen SUV kompak. Pengguna melaporkan sejumlah masalah mulai dari penggantian baterai EV, pendinginan baterai, pengisian daya EV, hingga aksesori listrik. Selain masalah kelistrikan, keluhan juga muncul pada sistem kemudi, suspensi, dan pengendalian iklim.
Di segmen SUV mewah, Mazda CX-90 PHEV menjadi model yang paling bermasalah. Konsumen melaporkan gangguan pada baterai EV, motor listrik, dan sistem kelistrikan mesin. Selain itu, ada kesulitan pada transmisi, sistem penggerak, rem, perangkat elektronik dalam mobil, serta kualitas cat dan trim kendaraan.
Dampak dari Kompleksitas Teknologi
Jeep Wrangler dan Grand Cherokee 4xe milik Stellantis juga mencatat banyak kendala, khususnya terkait sistem hybrid 4xe. Masalah meliputi motor listrik, baterai EV yang macet, serta kegagalan sistem hybrid yang berulang. Salah satu pemilik kendaraan melaporkan mobilnya tidak bisa digunakan selama hampir enam bulan dan harus melakukan delapan kunjungan ke dealer untuk perbaikan.
Di segmen mobil mewah, Volvo XC60 PHEV menghadapi masalah serupa yang terkait dengan aksesori listrik, sistem pengendalian iklim, dan baterai EV. Salah satu pengguna mengungkapkan pengalamannya saat mobil mengaktifkan mode limp, yang membatasi kecepatan maksimal hingga 26 mph hanya dalam waktu sebulan setelah memiliki kendaraan.
PHEV di Segmen Minivan dan Implikasinya
Chrysler Pacifica PHEV menjadi satu-satunya minivan plug-in hybrid yang tersedia di pasar Amerika Serikat saat ini. Konsumen melaporkan sejumlah masalah pada transmisi, mesin, perangkat elektronik dalam mobil, pengisian daya EV, serta pendinginan baterai EV. Di sisi lain, minivan lain seperti Toyota Sienna dan Kia Carnival hanya tersedia dalam versi hybrid konvensional tanpa pengisian daya eksternal.
Pertimbangan Regulasi dan Masa Depan Teknologi PHEV
Beberapa model PHEV mendapat perhatian dari regulator, misalnya NHTSA yang melakukan penarikan (recall) untuk Jeep 4xe karena kehilangan tenaga penggerak. Selain itu, laporan ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi plug-in hybrid merupakan jembatan menuju kendaraan listrik penuh, masih ada tantangan signifikan terkait keandalan dan kompleksitas sistem.
Rangkuman Permasalahan Utama PHEV
- Masalah baterai EV dan pengisian daya.
- Gangguan pada motor listrik dan sistem hybrid.
- Kesulitan pada sistem kelistrikan mesin dan transmisi.
- Kerusakan aksesori kelistrikan dan sistem pengendalian iklim.
- Pengalaman kegagalan berulang dan waktu tunggu perbaikan yang lama.
Laporan Consumer Reports ini menandai kebutuhan untuk peningkatan yang substansial pada desain dan kualitas PHEV. Perusahaan otomotif harus mengatasi permasalahan teknis agar PHEV bisa memenuhi ekspektasi keandalan konsumen. Sementara itu, pembeli perlu mempertimbangkan data ini dengan hati-hati sebelum memutuskan membeli kendaraan plug-in hybrid.
