Elon Musk dikenal sebagai sosok visioner yang sering memberikan target ambisius dalam pengembangan Tesla. Namun sepanjang tahun 2025, banyak janji besar yang disampaikan Musk ternyata tidak sesuai kenyataan. Hal ini menjadi perhatian karena Tesla sebelumnya diharapkan mengalami fase pertumbuhan pesat di berbagai bidang, termasuk penjualan, teknologi mobil otonom, dan robotika.
Janji pertama yang meleset adalah pertumbuhan volume penjualan kendaraan listrik Tesla. Musk pernah menyatakan bahwa penjualan Tesla akan tumbuh 20–30 persen pada tahun 2025. Realitanya, pengiriman kendaraan malah mengalami penurunan hingga sekitar 1,64 juta unit. Penurunan ini terjadi dua tahun berturut-turut, berbeda dengan tren naik yang dialami pasar kendaraan listrik global.
1. Penurunan Pengiriman Kendaraan
Tesla diprediksi mengalami penurunan pengiriman kendaraan pada 2025 menjadi sekitar 1,64 juta unit. Angka ini menandai penurunan selama dua tahun berturut-turut, sementara pasar kendaraan listrik secara global justru berkembang pesat. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Tesla di tengah kompetisi yang semakin ketat.
2. Layanan Robotaxi yang Belum Berkembang
Janji kedua Musk terkait layanan Robotaxi yang disebut akan menjangkau 50 persen penduduk Amerika Serikat pada akhir 2025 ternyata belum terwujud. Saat ini, armada Robotaxi hanya terbatas di kota Austin dengan puluhan unit saja. Armada tersebut masih memerlukan pengawasan manusia di dalam kendaraan untuk alasan keselamatan.
3. Demo Spektakuler Tesla Roadster Tertunda
Musk berjanji akan menghadirkan demo spektakuler sebagai peluncuran Tesla Roadster generasi baru sebelum akhir 2025. Namun, demo tersebut tidak pernah terwujud. Roadster terbaru ini mengalami penundaan panjang dan dijadwalkan baru akan diperkenalkan pada tahun 2026.
4. Produksi Massal Tesla Semi Ditunda Lagi
Truk listrik Tesla Semi yang sudah lama dijanjikan produksi massalnya dimulai pada 2025, kembali mengalami penundaan. Produksi massal Tesla Semi kini ditargetkan berlangsung pada 2026, menggeser target yang sebelumnya diharapkan sejak 2019. Penundaan ini menunjukkan kesulitan Tesla dalam mempercepat produksi kendaraan berat listriknya.
5. Robot Humanoid Optimus Belum Menghasilkan Produksi Massal
Janji Musk yang paling ambisius adalah produksi ribuan robot humanoid Optimus pada 2025. Musk menyebut target produksi antara 5.000 sampai 10.000 unit. Namun, hingga saat ini, Tesla hanya mampu mendemonstrasikan robot dengan kemampuan terbatas yang masih bergantung pada kendali jarak jauh. Bukti produksi massal tidak terlihat hingga akhir 2025.
Ketika Tesla menghadapi sejumlah target yang meleset, realitas pasar otomotif global semakin menuntut inovasi nyata dan pencapaian konkret. Penurunan penjualan dan tertundanya produk serta layanan baru memberikan tantangan lebih besar bagi Tesla untuk mempertahankan posisi sebagai pelopor kendaraan listrik dan teknologi mobil otonom.
Meski demikian, Elon Musk dan Tesla tetap menjadi fokus perhatian industri karena potensi inovasi di masa depan. Penundaan dan pelesetan janji ini pun menjadi pelajaran penting terkait dinamika cepat dan kompleksnya pengembangan teknologi tinggi yang dilakukan Tesla di tengah persaingan global yang ketat.
