BYD Siapkan Teknologi God’s Eye untuk Semua Model Kendaraan, Tingkatkan Keamanan Berkendara

BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka asal China, berencana meluncurkan sistem smart driving bernama God’s Eye ke seluruh lini kendaraannya pada awal 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BYD untuk mempercepat adopsi teknologi advanced assisted driving dan menjangkau konsumen dengan berbagai tingkat kemampuan finansial.

Sistem God’s Eye saat ini telah dipasang pada lebih dari 2,3 juta kendaraan BYD di China. Pada November 2025 saja, sebanyak 311.000 unit terjual dengan teknologi tersebut. Armada ini secara aktif menghasilkan data berkendara lebih dari 150 juta kilometer setiap hari, yang digunakan untuk menyempurnakan algoritma secara konstan tanpa perlu peningkatan perangkat keras.

Basis Data dan Infrastruktur Mendukung

Penerapan sistem God’s Eye dalam skala besar didukung oleh tiga kekuatan utama BYD, yaitu basis data vehicle cloud terbesar di China, tim rekayasa kendaraan energi baru terbesar di dunia, serta fasilitas produksi kendaraan energi baru yang masif. Semua ini memungkinkan BYD untuk terus meningkatkan dan mengembangkan sistem bantuan berkendara canggihnya secara berkelanjutan.

Menurut laporan Car News China, sistem ini mengadopsi arsitektur bertingkat. Versi dengan spesifikasi tinggi disediakan untuk segmen mobil premium, sementara versi yang lebih ekonomis dirancang untuk kendaraan entry-level dan mid-range. Pendekatan ini berbeda dari para pesaing yang biasanya membatasi fitur canggih hanya untuk model-model mewah.

Strategi Data-Driven dan Adopsi Massal

BYD fokus pada strategi berbasis data (data-driven) dan penerapan teknologi di seluruh lini produk (full-line). Hal ini memungkinkan perusahaan menjangkau segmen pasar yang lebih luas, khususnya konsumen perkotaan yang membutuhkan sistem bantuan berkendara canggih namun dengan harga terjangkau. Strategi ini dianggap inovatif karena mendukung penggunaan data dari volume kendaraan besar sebagai bahan validasi serta peningkatan kemampuan.

Secara global, walau basis data dan armada BYD masih belum sebesar sistem Full Self-Driving milik Tesla, terutama dari sisi jangkauan internasional, BYD berhasil melakukan penetrasi masif dalam pasar domestik China. Keberhasilan menjual dalam volume yang besar sepanjang 2025 memperkuat posisi BYD dalam pengembangan sistem otomasi tingkat lanjut.

Peluang dan Tantangan Industri

Sejumlah analis menilai bahwa pendekatan BYD yang mengedepankan volume serta keterjangkauan teknologi merupakan langkah strategis dalam menghadapi kompetisi global di sektor kendaraan listrik dan teknologi bantuan berkendara. Sistem God’s Eye yang tersebar luas memungkinkan BYD untuk memperoleh masukan validasi nyata dari kondisi jalan di beragam wilayah, sehingga meningkatkan akurasi dan performa sistem.

Namun, infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik secara global masih terus berkembang. BYD perlu terus berinovasi agar teknologi God’s Eye mampu bersaing secara efektif dengan perusahaan global yang memiliki jaringan lebih luas dan teknologi mumpuni.

Inovasi dalam Pengembangan Produk BYD

Selain pengembangan teknologi bantuan berkendara, BYD juga fokus pada inovasi produk yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan menerapkan God’s Eye ke level entry dan mid-range, BYD membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan fitur kendaraan pintar tanpa harus membeli mobil premium.

Berikut ini gambaran utama dari rencana dan implementasi God’s Eye oleh BYD:

  1. Penerapan penuh teknologi pada seluruh lini kendaraan di awal 2025.
  2. Teknologi bertingkat dengan versi high-end dan low-cost sesuai segmen pasar.
  3. Basis data dari lebih dari 2,3 juta kendaraan aktif di China.
  4. Pengolahan data lebih dari 150 juta km setiap hari untuk penyempurnaan algoritma.
  5. Fokus pada penetrasi pasar domestik dengan layanan yang dapat diakses konsumen arus utama.

Dengan langkah ini, BYD menunjukkan komitmen kuat untuk memimpin inovasi teknologi kendaraan listrik dan sistem bantuan berkendara di pasar global. Perusahaan berpotensi mengubah lanskap industri otomotif dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis data.

Pengembangan lebih lanjut atas sistem God’s Eye diharapkan akan terus berlangsung seiring bertambahnya kendaraan BYD yang menggunakan teknologi tersebut. Hal ini sejalan dengan tren global menuju kendaraan yang lebih aman, efisien, dan otonom di masa depan. BYD juga berupaya memastikan agar teknologi ini dapat menjadi standar baru dalam industri kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan pengalaman berkendara pengguna secara menyeluruh.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version