Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Jakarta Barat melibatkan mobil Mazda CX-5 yang menabrak sejumlah kendaraan dan pejalan kaki. Insiden ini berujung pada tabrak lari dan berakhir dengan mobil tersebut terserempet kereta api di wilayah Jakarta Utara.
Peristiwa bermula sekitar pukul 02.20 dini hari di Jalan Tanah Sereal IV, Tambora. Mazda CX-5 melaju dengan kecepatan tinggi menabrak motor Honda PCX yang dikendarai Satrio (16). Satrio meninggal dunia di tempat kejadian dan jenazahnya dibawa ke RSUD Tangerang. Selanjutnya, mobil tersebut juga menabrak motor yang dikendarai Valentino (19) dan menimpa pejalan kaki M Devran (10).
Korban kedua yang meninggal adalah Valentino, penumpang motor yang meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Tarakan. Tiga korban lainnya mengalami luka, terdiri atas Rai Nazril Jibran (17) dan Alfinza (16) yang tengah berboncengan motor, serta Devran yang menjadi pejalan kaki, semuanya dirawat di RSUD Tarakan.
Setelah menimbulkan kecelakaan, pengemudi Mazda CX-5 berusaha melarikan diri. Mobil kabur ke arah Jakarta Utara sambil melawan arus dan menerobos palang pintu perlintasan kereta api. Pada pukul 02.35, mobil tersebut terserempet oleh kereta di kawasan Mangga Dua dan mengalami kerusakan parah.
AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, menyebutkan bahwa pengemudi mobil berhasil diamankan dan dibawa ke RSUD Tarakan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penumpang mobil juga diperiksa oleh kepolisian Satlantas Polres Jakarta Utara dengan hasil negatif untuk alkohol dan narkoba.
Berikut kronologi singkat kejadian kecelakaan beruntun dan tabrak lari di Jakarta Barat hingga terserempet kereta api:
1. Mazda CX-5 melaju kencang di Jalan Tanah Sereal IV, menabrak motor Honda PCX dan pengendara lain.
2. Dua orang meninggal dunia, tiga lainnya luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
3. Pengemudi mobil kabur ke arah Jakarta Utara, melawan arus dan menerobos perlintasan kereta.
4. Mobil terserempet kereta api di kawasan Mangga Dua dan akhirnya diamankan oleh massa.
5. Polisi membawa pengemudi dan penumpang ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting soal keselamatan berlalu lintas dan bahaya tabrak lari yang bisa berujung fatal. Dukungan dari kepolisian dalam proses penyelidikan dan penanganan korban menjadi kunci utama untuk mengungkap motif dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau tetap waspada dalam berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu demi menghindari kejadian serupa.
Baca selengkapnya di: www.realitabengkulu.co.id