Lucid Berikan Jawaban Telak atas Kritik Pedas Terhadap Air, Ini Respons Terbarunya

Respons Lucid Terhadap Kritik Pedas Air Jadi Sorotan

Respons produsen mobil listrik Lucid terhadap kritik tajam yang viral di media sosial baru-baru ini menarik perhatian luas. Komentar jujur dari seorang influencer otomotif ternama mengenai Lucid Air Touring memicu diskusi seputar kualitas produk dan respons pabrikan dalam menghadapi isu.

Jason Fenske, pemilik channel Engineering Explained dengan lebih dari empat juta subscriber, mengungkapkan sejumlah masalah selama menggunakan Lucid Air. Video keluhannya langsung mendapat perhatian lebih dari 1,2 juta penonton dalam waktu singkat.

Masalah Teknis dan Kritik Pengguna

Fenske menyatakan awalnya memilih Lucid Air karena menganggap mobil listrik ini menjadi salah satu yang paling baik dalam hal rekayasa teknik. Namun, menurut pengakuannya, pengalaman nyata selama masa sewa justru jauh dari ekspektasi.

Ia menemukan kendala software dan hardware, mulai dari bug pembaruan perangkat lunak hingga masalah sederhana seperti cupholder yang sangat kaku. Detail lain yang disebutkan adalah fitur heated seat belakang yang menyala otomatis ketika membawa anjing di jok belakang.

Langkah Cepat Lucid Menanggapi

Tidak butuh waktu lama, Lucid menghubungi Fenske setelah videonya viral. Perusahaan secara terbuka mengakui adanya kekurangan dan menyatakan sedang bekerja keras melakukan perbaikan. Seorang perwakilan Lucid berkata, “Sudah tepat jika kami tidak puas dengan posisi kami saat ini. Kami sadar harus melakukan lebih baik dan sedang berupaya mewujudkannya.”

Lucid juga memaparkan kepada Fenske bahwa mereka sudah melakukan restrukturisasi internal beberapa minggu sebelum video tersebut tayang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen memperbaiki kualitas produk ke depan.

Daftar Perbaikan yang Disiapkan Lucid

  1. Mengatasi bug pada sistem pembaruan software yang dilaporkan pengguna.
  2. Meningkatkan keandalan fitur plug-and-charge untuk pengisian daya kendaraan.
  3. Memperbaiki masalah pada kursi belakang berpemanas yang aktif otomatis.
  4. Menyusun pembaruan antarmuka pengguna yang diberi nama UX 3.0, dijadwalkan meluncur awal musim gugur.
  5. Mengembangkan solusi untuk frunk (bagasi depan) yang sulit dibuka.
  6. Merancang ulang cupholder agar lebih ergonomis dan praktis, direncanakan hadir pada separuh pertama tahun 2026.

Lucid secara eksplisit menyebut desain mekanisme push-to-open pada pintu bukanlah konsep orisinal mereka dan mengakui perlunya perbaikan di aspek ini.

PR Berkelanjutan pada Sistem Profil Pengemudi

Satu fitur yang paling banyak dikeluhkan Fenske adalah sistem profil pengemudi berbiometrik. Ia menyoroti letak pemindai sidik jari yang kurang strategis serta proses perpindahan antar pengguna yang tidak praktis—hal yang menurutnya sudah diakomodir oleh kompetitor seperti Tesla.

Lucid menjelaskan bahwa perbedaan sistem operasi yang digunakan menjadi tantangan utama. Tesla menggunakan Linux sementara Lucid mengadopsi Android yang secara desain lebih kompleks untuk penyesuaian. Karena itu, perubahan pada sistem profil ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Respons dan Harapan Konsumen

Langkah terbuka dan reformatif yang diambil Lucid mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan. Fenske sendiri menyambut baik perubahan yang dilakukan Lucid. Namun, ia mengaku masih mempertimbangkan untuk mengembalikan Lucid Air setelah masa sewanya berakhir, sebab dirinya ingin memastikan seluruh masalah telah benar-benar diatasi.

Kisah antara produsen dan pengguna ini memberikan gambaran baru tentang pentingnya komunikasi terbuka dan solusi nyata dalam industri otomotif modern, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi ekosistem kendaraan listrik global yang sangat bergantung pada kepercayaan konsumen dan inovasi berkelanjutan.

Exit mobile version