Model mobil terbaru 2025 banyak yang mengumbar janji tapi gagal memenuhi ekspektasi pembeli. MotorTrend melakukan pengujian mendalam dan mengungkap delapan mobil yang paling mengecewakan karena gagal melampaui hype. Berikut daftar mobil terburuk yang sebaiknya dihindari jika tidak ingin rugi waktu, uang, dan energi.
1. Chevrolet Silverado EV Trail Boss
Versi listrik dari Silverado Trail Boss ini mengecewakan karena performa off-road yang buruk. MotorTrend menyebut ia seolah menjanjikan restoran bintang lima tapi menghidangkan burrito di pom bensin. Pada kenyataannya, Silverado EV sedikit kemampuan off-roadnya dibandingkan versi mesin bensin yang sudah populer. Interior dan fitur off-road juga tidak memberikan peningkatan berarti.
2. Infiniti QX60 Sport
SUV ini lambat dalam akselerasi, mencapai 0-60 mph dalam waktu 7,4 detik. Menurut pengujian MotorTrend, perpindahan gigi sembilan tingkat terasa lambat dan sopir disuguhkan pengalaman berkendara yang kurang sporty. Mode sportnya malah membuat performa mesin dan transmisi terasa ragu-ragu. Handling di jalur highway juga menyebabkan tramlining yang mengganggu kenyamanan.
3. Buick Enclave ST
Mobil ini tampil dengan gaya mewah tanpa menawarkan pengendalian yang tepat. Powertrain terasa kasar dan respons kemudi buruk. Menurut Scott Evans dari MotorTrend, body control-nya seperti kekacauan. Material interior juga kalah dibandingkan SUV mewah lain dalam kelasnya seperti Cadillac Escalade, sehingga pengalaman berkendara berkelas sulit ditemukan.
4. Toyota GR Corolla (Automatic)
Meskipun memiliki citra sporty khas GR, versi transmisi otomatis menciptakan pengalaman yang mengecewakan. Transmisi 8-percepatan yang “tinggi” memperparah turbo lag di mesin 3-silinder. Hasilnya akselerasi menjadi melambat dan kurang responsif. Versi manual masih tetap direkomendasikan untuk penggemar sejati, sedangkan otomatis seperti mengurangi sensasi berkendara.
5. Lucid Gravity Grand Touring
SUV listrik ini menyediakan tenaga hingga 828 hp dan charging cepat. Namun, masalah perangkat lunak seperti kegagalan pengenalan kunci mengacaukan potensi mobil. Masalah ini mengingatkan peluncuran bermasalah Lucid Air sebelumnya. Kesalahan kode membuat kemampuan mesin jadi sia-sia karena pengemudi kesulitan mengoperasikan kendaraan.
6. Toyota RAV4 Hybrid (2026)
Mobil hybrid ini efisien bahan bakar, tetapi terasa sangat kurang nyaman. Mesin terdengar kasar seperti suara pembuangan sampah, dan handling terasa seperti mengemudi di dalam bak mandi. Rem terasa empuk dan interior terkesan murah seperti mainan. Performa RAV4 jauh tertinggal jika dibandingkan Mazda CX-50 Hybrid yang lebih halus dan nyaman.
7. Lincoln Navigator (2025)
Mau membawa kemewahan, tetapi kursi pengemudi tidak nyaman dan kabin berisik. Kualitas material dan kenyamanan suspensi tidak sebanding dengan pesaing premium seperti Cadillac Escalade atau Jeep Grand Wagoneer. Navigator memiliki desain mewah, tapi pengalaman mengemudi dan kenyamanan kabin justru berlawanan dengan ekspektasi yang dibangun.
8. Jeep Cherokee (2026)
Meskipun mengklaim terinspirasi dari Jeep XJ legendaris, performanya jauh dari harapan. Pengendalian kemudi terasa berat dan kurang responsif, akselerasi turbo hybrid terasa lemah. Performa off-road sangat mengecewakan hingga lebih cocok digunakan untuk aktivitas urban. Subaru Solterra bahkan dinilai lebih unggul di lintasan off-road.
Berikut rangkuman dalam format daftar agar mudah dipahami:
| No | Mobil | Masalah Utama |
|---|---|---|
| 1 | Chevrolet Silverado EV Trail Boss | Performa off-road jauh dari harapan |
| 2 | Infiniti QX60 Sport | Akselerasi lambat, handling buruk |
| 3 | Buick Enclave ST | Powertrain kasar, handling dan material buruk |
| 4 | Toyota GR Corolla (Automatic) | Turbo lag dan transmisi otomatis lambat |
| 5 | Lucid Gravity Grand Touring | Masalah perangkat lunak, fitur gagal |
| 6 | Toyota RAV4 Hybrid | Mesin kasar, handling buruk, interior murahan |
| 7 | Lincoln Navigator | Kursi tidak nyaman, kabin berisik |
| 8 | Jeep Cherokee | Handling buruk, akselerasi lemah, off-road gagal |
Pembeli disarankan untuk memperhatikan hasil tes dan review sebelum memutuskan membeli mobil model terbaru. Mobil-mobil yang gagal “hype test” ini mengajarkan bahwa penampilan dan janji bukan jaminan kenyamanan dan performa. Memilih kendaraan berdasarkan data dan pengalaman objektif dapat mencegah penyesalan yang melelahkan di kemudian hari.







