KOLEKSI & PLN Bersinergi Tangani Kebakaran Mobil Listrik, Tingkatkan Keamanan Charging Rumah

KOLEKSI dan PLN berkolaborasi untuk menghilangkan kekhawatiran soal kebakaran mobil listrik yang kerap menjadi penghambat utama adopsi kendaraan ramah lingkungan. Acara “Zero Emission and Zero Accident” yang digelar KOLEKSI di Museum Listrik Energi Baru TMII menjadi wadah penting untuk mendiskusikan isu keselamatan dan meluruskan berbagai mitos yang keliru terkait kendaraan listrik di Indonesia.

Kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kebakaran baterai dan pengisian daya di rumah masih tinggi. Studi Global EV Alliance (GEVA) mengungkap bahwa 77 persen pengemudi EV di 30 negara menganggap isu kebakaran sebagai hambatan besar. Hal ini menegaskan perlunya edukasi dan standarisasi agar kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik meningkat.

Peran Standar Instalasi dan Sertifikasi Teknisi

Ketua KOLEKSI, Arwani Hidayat, menyatakan bahwa kendaraan listrik aman selama instalasi listrik mengikuti standar yang berlaku. Risiko utama seperti thermal runaway pada baterai dan instalasi listrik rumah yang tidak standar harus bisa dicegah dan dikelola dengan protokol yang tepat.

Arwani menekankan pentingnya pemerintah menetapkan standar nasional untuk instalasi charger di rumah, sertifikasi teknisi khusus, hingga perlengkapan pemadam kebakaran yang sesuai untuk menangani kebakaran baterai. Dengan demikian, mitos-mitos negatif dapat diminimalkan dan masyarakat memperoleh kejelasan hukum serta teknis.

Kolaborasi PLN dan KOLEKSI

PLN memberikan dukungan penuh dengan mengoperasikan lebih dari 4.672 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia. Vice President Komersialisasi Produk Niaga PLN, Ronny Afrianto, mengatakan bahwa masukan dari komunitas seperti KOLEKSI sangat penting untuk menjamin kualitas dan keselamatan infrastruktur pengisian daya.

Sinergi ini juga bertujuan untuk mendorong transisi menuju energi bersih dengan meningkatkan keandalan dan keamanan SPKLU. PLN terus memperbaiki standar keselamatan agar pengguna kendaraan listrik merasa nyaman dan terlindungi.

Edukasi Publik dan Pengalaman Pengguna

Forum KOLEKSI menjadi ruang bertukar pengalaman bagi pengguna mobil listrik untuk melawan misinformasi dan menyajikan data yang akurat. Arwani Hidayat menyatakan bahwa pengalaman nyata pengguna membuktikan bahwa kendaraan listrik tidak lebih berisiko dibanding kendaraan konvensional bila instalasinya sesuai standar.

Pentingnya komunikasi berbasis data ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia yang akan mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan.

Langkah-Langkah Strategis Menghapus Momok Kebakaran Mobil Listrik

  1. Penetapan Standar Nasional Instalasi Charger
    Pemerintah perlu merumuskan regulasi dan standar teknis untuk instalasi perangkat pengisian daya di rumah.

  2. Sertifikasi Teknisi Khusus EV
    Pelatihan dan sertifikasi teknisi menjadi kunci dalam memastikan instalasi dan perawatan dilakukan secara profesional.

  3. Pengembangan Peralatan Pemadam Kebakaran Khusus
    Alat pemadam yang sesuai untuk mengatasi kebakaran baterai lithium-ion harus disediakan di fasilitas umum dan rumah.

  4. Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat
    Melalui kegiatan komunitas dan media, masyarakat diberikan pemahaman yang benar tentang risiko dan cara pencegahannya.

  5. Kolaborasi Multi Pihak
    Sinergi antara pemerintah, PLN, komunitas KOLEKSI, dan industri untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Transisi kendaraan listrik sangat bergantung pada kepercayaan publik. KOLEKSI dan PLN membuktikan bahwa risiko teknis bisa dikendalikan dengan regulasi yang jelas dan pengelolaan profesional. Keselamatan menjadi pondasi utama untuk menghapus momok kebakaran yang selama ini membayangi mobil listrik di Indonesia. Dengan langkah ini, adopsi kendaraan ramah lingkungan dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap masa depan energi bersih nasional.

Berita Terkait

Back to top button