Permintaan atas mobil listrik Jaecoo J5 EV di Indonesia terus meningkat pesat. Hingga akhir tahun lalu, sudah tercatat sekitar 10 ribu unit yang terpesan oleh konsumen Tanah Air. Lonjakan pesanan ini menyebabkan masa tunggu atau inden kendaraan menjadi cukup panjang sehingga konsumen harus bersabar menunggu unitnya sampai dirilis.
Menanggapi kondisi tersebut, Jaecoo Indonesia berupaya mempercepat pengiriman mobil listrik secara maksimal. Kepala Pemasaran Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa mereka berencana untuk menambah kapasitas produksi agar pesanan dapat terpenuhi lebih cepat. “Dengan ada permintaan yang cukup tinggi, kita berupaya untuk menambah line produksi dengan kapasitas produksi tentunya,” ujarnya dalam diskusi Indonesia Automotive Outlook.
Strategi Mempercepat Proses Inden
Salah satu langkah penting yang diambil ialah melakukan produksi di dua lokasi berbeda. Pertama adalah pabrik Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Selanjutnya, Jaecoo juga menggunakan fasilitas produksi milik Inchcape Indonesia. Meski kapasitas produksi di pabrik kedua masih belum diumumkan secara spesifik, Ilham menyatakan koordinasi internal sedang berjalan untuk detail tersebut.
Target perusahaan adalah bisa mendistribusikan sekitar 10 ribu unit Jaecoo J5 EV kepada konsumen hingga bulan Februari. Dengan upaya penambahan lini produksi itu, diharapkan seluruh pesanan yang masuk sejak Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) bisa terpenuhi dalam waktu dekat. Ilham menegaskan bahwa penambahan kapasitas produksi ini difokuskan pada model J5 EV agar pengiriman dapat lebih cepat dan konsumen bisa segera menggunakan kendaraannya.
Spesifikasi Jaecoo J5 EV
Jaecoo J5 EV hadir dengan spesifikasi motor elektrik yang cukup mumpuni. Ditenagai motor listrik berdaya 155 kW atau setara 208 hp, mobil ini mampu menghasilkan torsi puncak sebesar 288 Nm. Mesin tersebut dikombinasikan dengan baterai berkapasitas 60,9 kWh yang memungkinkan kendaraan ini menempuh jarak hingga 461 km sekali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC.
Fitur pengisian dayanya juga dirancang agar efisien. Dengan dukungan pengisian cepat berdaya 130 kW, pengisian baterai dari level 30 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 28 menit. Hal ini menjadi nilai tambah untuk para pemilik yang menginginkan mobilitas tanpa banyak hambatan waktu pengisian daya.
Upaya Jaecoo dalam Pasar Mobil Listrik Indonesia
Kenaikan permintaan mobil listrik seperti Jaecoo J5 EV menunjukkan tren positif terhadap adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Produsen lokal terus meningkatkan kapasitas produksi seiring meningkatnya minat konsumen terhadap EV. Pendekatan memanfaatkan dua pabrik menjadi solusi strategis agar distribusi kendaraan tidak terhambat.
Pemenuhan pesanan yang cepat juga menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan konsumen. Selain menawarkan fitur teknologi menarik, Jaecoo berusaha memastikan konsumen memperoleh unit tepat waktu untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Ini penting karena kendaraan listrik tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal ketersediaan produk di pasar.
Fakta Penting Mengenai Jaecoo J5 EV:
- Terjual sekitar 10.000 unit hingga akhir tahun lalu.
- Diproduksi di dua fasilitas berbeda, yakni HIM Purwakarta dan Inchcape Indonesia.
- Motor listrik bertenaga 155 kW dengan torsi 288 Nm.
- Baterai berkapasitas 60,9 kWh dengan jarak tempuh maksimal 461 km (NEDC).
- Pengisian cepat 130 kW, pengisian dari 30% ke 80% dalam 28 menit.
- Target distribusi unit hingga 10.000 sampai Februari mendatang.
Dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan, Jaecoo diharapkan mampu merespon tingginya permintaan pasar dan mempercepat waktu inden agar para konsumen bisa segera menikmati kendaraan listrik mereka. Penambahan kapasitas produksi di lokasi baru menjadi kunci untuk mempercepat proses tersebut.
Perkembangan ini menjadi indikasi kuat bahwa pasar mobil listrik di Indonesia semakin berkembang dan produsen siap memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin beralih ke kendaraan berkelanjutan. Jaecoo J5 EV menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan teknologi yang relevan serta produksi yang terus ditingkatkan.







