Volkswagen ID Buzz pada awalnya mendapatkan perhatian positif berkat desainnya yang unik dan nuansa mengemudi yang menyenangkan. Namun, performa penjualannya di Amerika Serikat terbilang lemah karena beberapa faktor utama seperti jarak tempuh yang terbatas dan harga yang dianggap terlalu tinggi. Bahkan, Volkswagen memutuskan untuk tidak memproduksi model tahun 2026 di pasar AS, meskipun model 2027 dijadwalkan hadir.
Meski demikian, Volkswagen ID Buzz memenangkan penghargaan Utility Vehicle of the Year dari North American Car, Utility and Truck of the Year (NACTOY) untuk tahun 2025. Namun, keputusan pemberian penghargaan ini baru-baru ini menjadi sorotan dan dianggap sebagai sebuah kesalahan oleh Presiden NACTOY, Jeff Gilbert.
Kritik dari Presiden NACTOY
Dalam sebuah wawancara dengan Autoblog, Jeff Gilbert menyesal telah memberikan penghargaan tersebut kepada Volkswagen ID Buzz. Ia mengungkapkan bahwa jika para juri mengetahui rendahnya angka penjualan kendaraan ini dan masalah yang dialami, hasil voting kemungkinan besar berbeda. Gilbert mengatakan, “Penghargaan Utility Vehicle of the Year 2025 diberikan kepada Volkswagen ID Buzz, sebuah kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai. Namun fakta bahwa Volkswagen menarik model ini dari pasar pada tahun yang sama seharusnya menjadi bahan pertimbangan yang serius."
Gilbert juga menambahkan bahwa perolehan poin antara ID Buzz dan Hyundai Santa Fe sangat tipis, hanya terpaut beberapa poin saja. Jika voting dilakukan saat ini, mungkin hasilnya akan berbeda. “Penyesalan pasti ada, namun kita harus mengambil keputusan terbaik pada waktu itu,” ujarnya.
Masalah Keandalan Volkswagen ID Buzz
Selain performa penjualan yang mengecewakan, Volkswagen ID Buzz juga menghadapi isu keandalan. Dalam studi ketergantungan J.D. Power 2025, ID Buzz berada di posisi terakhir. Hal ini menunjukkan adanya cacat dan masalah teknis yang cukup signifikan, menjadi catatan negatif bagi kendaraan ini di pasar Amerika Utara. Berbanding kuat dengan Hyundai Santa Fe yang dianggap lebih stabil dan dikenal luas oleh konsumen.
Respons Volkswagen tentang Masa Depan ID Buzz
Terkait kabar yang beredar bahwa Volkswagen menghentikan penjualan ID Buzz di AS, perusahaan secara resmi membantah informasi tersebut. Presiden dan CEO Volkswagen Group of America menegaskan bahwa ID Buzz masih menjadi bagian penting dari lini produk Volkswagen. Strategi penjualan model 2025 yang dibatasi untuk mendukung dealer selama pertengahan tahun dilakukan guna mengoptimalkan inventory, sementara model tahun 2027 dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2026.
Refleksi tentang Penghargaan Otomotif
Kasus Volkswagen ID Buzz mencerminkan keterbatasan penghargaan otomotif seperti NACTOY. Meskipun sebuah kendaraan mungkin tampak hebat dan menyenangkan untuk dikemudikan, evaluasi jangka panjang seperti keandalan dan ketersediaan di pasar juga sangat penting. Hal-hal ini seringkali tidak terlihat secara langsung saat memilih pemenang penghargaan.
Pengamat industri menggarisbawahi bahwa kondisi ideal untuk memilih pemenang adalah ketika informasi lengkap mengenai performa, keandalan, dan penerimaan pasar telah tersedia. Namun, keterbatasan waktu dan dana sering kali membuat hal ini sulit untuk diwujudkan. Ada juga keterlibatan pabrikan yang campur tangan dalam proses ini yang berpotensi memengaruhi hasil.
Alternatif Pendekatan dalam Evaluasi Kendaraan
Beberapa platform seperti Tyre Reviews memberikan pendekatan inovatif dengan memungkinkan pengguna menyesuaikan bobot kriteria penilaian sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya, area dengan curah hujan tinggi dapat menitikberatkan aspek kinerja ban di kondisi basah. Pendekatan serupa untuk kendaraan bisa membantu konsumen memilih sesuai preferensi pribadi dan kondisi penggunaan sehari-hari, meski tentu tantangan pendanaan dan pelaksanaan menjadi kendala utama.
Kasus Volkswagen ID Buzz dan reaksi dari NACTOY menjadi pengingat penting bahwa penghargaan kendaraan adalah satu dari banyak indikator dan bukan satu-satunya patokan saat membeli mobil. Data keandalan, ketersediaan suku cadang, dan dukungan purna jual tetap menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh calon pembeli.





