
Mulai Juni 2026, biaya resmi pembuatan SIM C baru tanpa calo mengacu pada tarif penerbitan Rp 100.000. Namun, pemohon tetap perlu menyiapkan dana tambahan untuk pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi yang membuat total biaya menjadi lebih besar.
Bagi pemohon yang ingin mengurus sendiri, total dana yang umumnya perlu disiapkan berada di kisaran Rp 160.000 hingga Rp 250.000. Rentang ini penting diperhatikan sejak awal agar proses pembuatan SIM C tidak terhambat saat pengurusan berlangsung.
SIM C merupakan syarat wajib bagi pengendara sepeda motor di jalan raya. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa biaya resmi tidak hanya mencakup penerbitan kartu SIM, tetapi juga sejumlah tahapan pendukung yang menjadi bagian dari proses permohonan.
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jateng AKBP Prianggo Malau menyatakan, biaya penerbitan untuk pembuatan SIM C baru sebesar Rp 100.000. Tarif ini mengacu pada ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP yang berlaku secara nasional.
Rincian biaya yang perlu disiapkan
Selain biaya penerbitan, pemohon wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan. Biaya layanan ini umumnya berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000.
Pemohon juga harus menjalani tes psikologi sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya. Tarif tes psikologi berada pada kisaran Rp 37.500 hingga Rp 100.000, tergantung lokasi dan penyedia layanan.
Jika komponen tersebut dijumlahkan, total biaya pembuatan SIM C baru biasanya berada di kisaran Rp 160.000 sampai Rp 250.000. Besaran akhir dapat berbeda karena biaya pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi tidak selalu sama di setiap tempat.
Syarat yang wajib dipenuhi
Sebelum mengajukan permohonan SIM C baru, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Pemohon minimal berusia 17 tahun dan memiliki KTP yang masih berlaku.
Selain itu, pemohon perlu menyertakan bukti pemeriksaan kesehatan. Hasil tes psikologi juga menjadi dokumen yang wajib dilampirkan dalam proses pengajuan.
Tahapan berikutnya tidak berhenti pada kelengkapan dokumen saja. Pemohon tetap harus lulus ujian teori dan ujian praktik sebagai syarat untuk mendapatkan SIM C.
Alur pembuatan SIM C baru
Proses pembuatan SIM C secara umum dimulai dari pendaftaran dan verifikasi dokumen. Pada tahap ini, petugas akan memeriksa kelengkapan syarat yang dibawa pemohon.
Setelah dokumen dinyatakan sesuai, pemohon akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi. Dua tahapan ini menjadi bagian awal yang harus diselesaikan sebelum masuk ke ujian.
Berikutnya, pemohon mengikuti ujian teori dan praktik. Kelulusan pada dua ujian tersebut menjadi penentu apakah proses dapat berlanjut ke tahap akhir.
Apabila seluruh tahapan dinyatakan lulus, pemohon akan masuk ke proses identifikasi. Setelah itu dilakukan pengambilan foto dan pencetakan SIM.
Mengapa total biaya bisa berbeda
Perbedaan biaya total biasanya bukan berasal dari tarif penerbitan SIM C, karena komponen ini sudah ditetapkan sebesar Rp 100.000. Selisih umumnya muncul dari biaya pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi yang bergantung pada lokasi serta penyedia layanan.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengurus SIM C sendiri perlu menyiapkan anggaran lebih dari tarif penerbitan semata. Langkah ini penting agar seluruh proses dapat diikuti tanpa kendala biaya di tengah pengurusan.
Mengurus SIM C tanpa calo juga membuat pemohon bisa mengetahui langsung rincian biaya resmi yang dibayarkan. Dengan memahami komponen tarif, syarat, dan alur pembuatan, pemohon dapat datang lebih siap saat mengajukan permohonan di layanan SIM.
Source: otomotif.kompas.com








