Honda Odyssey Dipanggil Recall, Airbag Samping Bisa Meletus Saat Hantam Jalan Rusak

Honda menghadapi gugatan class action tak lama setelah menarik sekitar 440.000 unit Odyssey dari pasar karena cacat yang diduga bisa membuat airbag samping mengembang tanpa tabrakan. Kasus ini langsung menarik perhatian karena masalahnya bukan sekadar lampu peringatan atau gangguan kecil, melainkan risiko keselamatan yang bisa muncul saat mobil melewati jalan rusak.

Para penggugat menilai cacat itu sudah memicu cedera, biaya perbaikan yang mahal, dan ketidakpastian apakah solusi recall dari Honda benar-benar akan menyelesaikan persoalan. Di saat yang sama, mereka juga menyebut ada kekhawatiran bahwa nilai jual kembali kendaraan yang terdampak ikut tertekan.

Kendaraan yang terdampak

Gugatan class action yang diajukan ini mencakup Honda Odyssey model 2018-2022 di California, Florida, Georgia, Illinois, Indiana, Kentucky, Michigan, Nebraska, North Carolina, Ohio, Pennsylvania, dan Texas. Cakupannya berlaku untuk kendaraan yang dibeli atau disewa pada atau setelah 25 Mei 2017.

Kasus ini diajukan di U.S. District Court for the Northern District of California. Saat gugatan diajukan, surat pemberitahuan recall disebut belum dikirim kepada pemilik.

Sumber masalah yang dituduhkan

Honda mengaitkan masalah pada airbag electronic control units yang diprogram secara keliru. Pada minivan yang terdampak, jalan berlubang, permukaan kasar, atau speed bump disebut dapat memicu airbag samping mengembang meski tidak terjadi kecelakaan.

CarComplaints.com melaporkan bahwa Honda mengumumkan recall itu sekitar empat minggu sebelum gugatan diajukan. Pengumuman tersebut muncul setelah penyelidikan federal yang dimulai pada Oktober 2025.

Honda juga memperkirakan hanya sekitar 0,1% dari kendaraan yang ditarik yang benar-benar berisiko mengalami masalah tersebut. Namun, jumlah unit yang terlibat tetap besar karena total recall mencapai sekitar 440.000 minivan.

Keluhan pemilik dan biaya perbaikan

Menurut CarComplaints.com, Honda mengidentifikasi 25 laporan cedera dan 130 klaim garansi yang terkait dengan cacat ini di antara 440.000 minivan tersebut, dalam periode 24 Januari 2017 sampai 2 April 2026. Data itu menjadi bagian penting dalam argumen bahwa masalahnya bukan sekadar teoritis, melainkan sudah menimbulkan dampak nyata.

Para penggugat juga menyebut dealer sering menolak membayar perbaikan meski garansi seharusnya berlaku. Akibatnya, beberapa pemilik disebut harus menanggung tagihan yang berkisar antara $3.000 hingga $11.000.

Langkah Honda dan pertanyaan yang tersisa

CarComplaints.com melaporkan bahwa Honda meminta dealer untuk memperbarui perangkat lunak electronic control unit atau mengganti electronic control units. Perusahaan juga menawarkan penggantian biaya bagi pemilik Odyssey yang sudah membayar perbaikan terkait airbag.

Meski begitu, gugatan menyoroti keraguan bahwa langkah recall itu akan sepenuhnya menutup masalah. Selama masih ada kekhawatiran soal pemicu airbag yang tidak semestinya, pemilik Odyssey terdampak tetap menghadapi pertanyaan besar soal keamanan dan beban biaya yang mungkin belum selesai.

Berita Terkait

Back to top button