Farizon SV hadir sebagai kendaraan niaga listrik yang menjanjikan efisiensi tinggi dalam hal biaya perawatan dan konsumsi energi. Mobil van listrik ini ditargetkan untuk kebutuhan bisnis seperti shuttle penumpang dan kendaraan operasional dengan kapasitas besar. Dengan bodi bongsor dan penampilan yang lega, Farizon SV menjadi alternatif baru di segmen kendaraan niaga yang selama ini didominasi oleh model berbasis mesin konvensional.
Salah satu keunggulan utama Farizon SV adalah efisiensi dalam perawatan. Menurut Christoforus Ronny Ng, Director PT Arista Auto Elektrindo, perawatan kendaraan niaga ini cukup sederhana dan hemat biaya. Dalam jangka waktu satu tahun atau pemakaian hingga 30 ribu kilometer, pemilik hanya perlu melakukan penggantian liquid oil dan perawatan reducer. Hal ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan kendaraan niaga konvensional yang umumnya membutuhkan servis rutin lebih sering dan biaya lebih besar.
Penghematan Biaya Operasional hingga 65%
Berdasarkan klaim Arista Group, Farizon SV mampu menghadirkan penghematan biaya operasional hingga 65% dalam jarak tempuh 100 ribu kilometer. Angka ini cukup menarik bagi pelaku bisnis yang mengandalkan kendaraan niaga dalam operasional sehari-hari. Pengurangan biaya ini tidak hanya dari aspek perawatan, tetapi juga dari penggunaan energi listrik yang relatif lebih murah dibanding bahan bakar fosil. Selain itu, kendaraan listrik juga memiliki komponen mesin yang lebih sedikit sehingga potensi kerusakan dan biaya perbaikan juga lebih terkontrol.
Spesifikasi Teknis Mendukung Efisiensi
Farizon SV dibangun dengan platform GXA-M (Geely Global Modular Architecture) yang memadukan material aluminium ringan dan baja berkekuatan tinggi. Struktur ini tidak hanya membuat bodi lebih kuat tapi juga lebih ringan, yang berkontribusi pada efisiensi energi. Van listrik ini ditenagai motor listrik dengan daya 170 kW dan torsi puncak 336 Nm, cukup kuat untuk mengangkut penumpang dan barang dalam kapasitas besar.
Baterai berkapasitas 82,8 kWh dari Gotion memungkinkan Farizon SV menempuh jarak hingga 400 km dengan sekali pengisian penuh. Ketersediaan sistem pengisian cepat ultra fast charging CCS2 juga memudahkan pengisian baterai dari 20% sampai 80% hanya dalam waktu 36 menit menggunakan charger DC berdaya 140 kW. Dengan fitur ini, downtime kendaraan selama operasional bisa diminimalisir sehingga produktivitas tidak terganggu.
Dimensi dan Kapasitas yang Mendukung Niaga
Sebagai kendaraan niaga, Farizon SV menawarkan dimensi panjang 5.995 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 2.500 mm, serta jarak sumbu roda 3.850 mm. Kabin luas dengan konfigurasi kursi 16 penumpang dan fitur tanpa pilar B memberikan kemudahan akses keluar-masuk penumpang. Kapasitas bagasi yang besar dengan pintu barn door juga mendukung fleksibilitas dalam angkut barang dan peralatan usaha.
Jaringan Purna Jual dan Harga yang Kompetitif
Farizon SV di Indonesia dipasarkan dengan harga OTR Jakarta sebesar Rp 698 juta. Dengan dukungan jaringan dealer Arista Group yang berpengalaman lebih dari 35 tahun di bidang mobil listrik, konsumen mendapatkan layanan purna jual yang lebih optimal. Ketersediaan suku cadang dan servis yang mudah menjadi nilai tambah penting untuk kendaraan niaga yang mengutamakan kontinuitas operasional.
Ringkasan Efisiensi Farizon SV untuk Kendaraan Niaga
- Perawatan ringan dengan penggantian liquid oil dan reducer dalam 30 ribu km atau satu tahun.
- Penghematan biaya operasional hingga 65% dibanding kendaraan niaga konvensional.
- Jarak tempuh hingga 400 km dengan sekali pengisian baterai penuh.
- Pengisian cepat baterai dalam 36 menit dengan charger berdaya 140 kW.
- Kapasitas penumpang 16 kursi dengan kabin lega dan akses mudah tanpa pilar B.
- Dukungan servis dan suku cadang dari jaringan Arista Group yang berpengalaman.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Farizon SV menawarkan solusi kendaraan niaga listrik yang efisien dan ekonomis. Model ini patut dipertimbangkan oleh pelaku usaha yang ingin mengurangi biaya operasional sekaligus menjalankan bisnis dengan teknologi ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik di segmen niaga diyakini semakin berkembang, mengingat insentif dan kebutuhan efisiensi yang semakin meningkat di Indonesia.







