BYD mulai membangun pabrik baterai di Vietnam bekerja sama dengan produsen mobil lokal untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik kawasan Asia Tenggara. Proyek ini melibatkan investasi sebesar 130 juta dolar dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 6 GWh yang dibagi dalam dua tahap pengembangan.
Pabrik tersebut berlokasi di kawasan industri milik Kim Long Motor, yang merupakan mitra BYD dalam proyek ini. Tahap pertama pembangunan menempati lahan seluas 4,4 hektar dan dirancang menghasilkan baterai dengan kapasitas 3 GWh per tahun. Produk utama dari tahap pertama ini adalah baterai untuk truk, bus, van, dan berbagai kendaraan niaga berbasis energi baru yang akan dipasarkan ke regional ekspor.
Tahap kedua direncanakan akan melipatgandakan kapasitas tahunan pabrik menjadi 6 GWh. Namun, belum ada informasi pasti mengenai waktu mulai operasi pabrik tersebut. Kerja sama ini menandai langkah strategis BYD dalam memperluas jaringan produksi baterai sekaligus mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Vietnam dan sekitarnya.
Kim Long Motor dikenal telah mengembangkan dan memproduksi sebanyak 34 unit bus tidur listrik yang menggunakan teknologi baterai dari BYD. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara keahlian lokal dan teknologi global yang dapat meningkatkan kualitas produk kendaraan listrik di pasar domestik maupun regional.
BYD sendiri merupakan produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia dan berada di posisi kedua sebagai produsen baterai kendaraan listrik secara global. Berdasarkan data dari SNE Research, kapasitas pemasangan baterai EV BYD pada periode Januari hingga November mencapai 175,2 GWh, menguasai 16,7 persen pangsa pasar global.
Data pasar baterai kendaraan listrik dunia pada periode tersebut menunjukkan posisi teratas masih dipegang oleh CATL dengan 38,2 persen pangsa pasar dan kapasitas pemasangan sebesar 400 GWh. Di bawah BYD, berikut adalah daftar produsen baterai dengan pangsa pasar dan kapasitas pemasangan dalam GWh:
1. CATL – 38,2% – 400,0 GWh
2. BYD – 16,7% – 175,2 GWh
3. LG Energy Solution – 9,3% – 96,9 GWh
4. CALB – 4,9% – 50,9 GWh
5. Gotion High-tech – 4,3% – 44,9 GWh
6. SK On – 3,9% – 40,6 GWh
7. Panasonic – 3,7% – 38,5 GWh
8. Eve Energy – 2,7% – 28,4 GWh
9. Svolt – 2,6% – 27,5 GWh
10. Samsung SDI – 2,6% – 27,1 GWh
11. Lainnya – 11,1% – 116,1 GWh
Investasi BYD di Vietnam ini juga menguatkan posisinya di pasar otomotif negara tersebut, di mana produk kendaraan listrik BYD seperti model Atto 3 sudah diluncurkan. Model tersebut dikenal di China dengan nama Yuan Plus dan berhasil menarik minat konsumen berkat performa dan harga yang kompetitif.
Secara keseluruhan, pembangunan pabrik baterai di Vietnam ini merupakan bagian dari inisiatif BYD untuk memperkuat rantai pasokan baterai secara global. Pabrik ini juga akan mendukung pertumbuhan pengembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara yang terus meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah untuk pengurangan emisi karbon.
Kerja sama antara BYD dan Kim Long Motor merupakan langkah penting dalam mendukung ekosistem kendaraan energi baru di Vietnam, yang diyakini akan mempercepat proses transformasi menuju mobilitas ramah lingkungan. Selain itu, pabrik ini akan menjadi pusat produksi baterai yang mampu menjawab kebutuhan pasar kendaraan niaga berbasis listrik yang tengah berkembang pesat.
Dengan kapasitas produksi yang direncanakan hingga 6 GWh per tahun, pabrik ini diharapkan dapat menjadi sumber utama suplai baterai untuk kendaraan listrik komersial di kawasan tersebut. Hal ini juga menunjukkan keseriusan BYD dalam memperluas jangkauan bisnis baterainya sekaligus mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di negara berkembang seperti Vietnam.





