PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) resmi mengungkap bocoran harga dan spesifikasi awal mobil nasional listrik Indigenous Indonesian Car (I2C). Mobil ini diproyeksikan masuk ke segmen menengah ke atas dengan harga yang kompetitif, yakni tidak lebih dari Rp 500 juta.
Harsusanto, Presiden Direktur PT TMI, menyatakan bahwa penentuan harga I2C sudah melalui proses perhitungan dan pembandingan dengan kendaraan sekelas di pasar. Ia memastikan, harga tersebut cukup bersaing dibandingkan mobil listrik impor yang tersedia saat ini.
Desain dan Kapasitas Kabin
I2C dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan konfigurasi kabin yang mampu menampung hingga tujuh penumpang. Model ini menargetkan pasar MPV atau SUV keluarga, sehingga menawarkan fleksibilitas untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jauh.
“Kami mengusung konsep mobil keluarga yang nyaman dan fungsional,” kata Harsusanto. Hal ini juga sejalan dengan tren kendaraan listrik di Indonesia yang semakin diminati untuk menggantikan mobil berbahan bakar fosil.
Spesifikasi Teknologi Baterai dan Jarak Tempuh
Kendaraan listrik nasional ini akan menggunakan baterai jenis Nickel Manganese Cobalt (NMC) dengan kapasitas sebesar 82 kWh. Kapasitas ini terbilang besar untuk kelas mobil listrik di Indonesia. Dengan baterai tersebut, I2C diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Jarak tempuh sejauh ini memungkinkan mobil ini untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh tanpa perlu sering mengisi ulang baterai. Keunggulan ini diharapkan mampu menarik perhatian pembeli yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa mengorbankan jarak tempuh.
Target Produksi dan Mandat Pemerintah
PT TMI mendapat mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk mengembangkan mobil nasional dengan nilai lokal konten dalam negeri. Target produksi massal I2C ditetapkan pada rentang tahun 2027 hingga 2028. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian industri otomotif nasional sekaligus mendukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
Dengan fokus pada produksi lokal, diharapkan harga I2C tetap kompetitif dan dapat mendorong penetrasi mobil listrik di pasar domestik lebih luas.
Keunggulan dan Daya Saing
Harga Rp 500 juta dinilai sangat kompetitif khususnya di segmen mobil listrik dengan kapasitas baterai dan kapasitas penumpang seperti I2C. Harga tersebut masih dalam kisaran mobil MPV listrik lain yang beredar secara impor, tetapi kehadiran I2C diyakini dapat memberikan nilai tambah lewat dukungan layanan purna jual berlokasi di Indonesia.
Berikut adalah ringkasan bocoran spesifikasi I2C:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga | Maksimal Rp 500 juta |
| Kapasitas Penumpang | 7 penumpang (MPV/SUV keluarga) |
| Jenis Baterai | NMC (Nickel Manganese Cobalt) |
| Kapasitas Baterai | 82 kWh |
| Jarak Tempuh | Sekitar 600 km sekali pengisian |
| Target Produksi Massal | 2027-2028 |
Pengembangan mobil nasional listrik ini sejalan dengan dukungan pemerintah untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran I2C diperkirakan akan memperluas pilihan mobil listrik yang tersedia bagi konsumen Indonesia.
Dengan spesifikasi dan harga yang menarik, I2C memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif utama bagi keluarga yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa. Proses pengembangannya juga memberikan kontribusi penting dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan impor sekaligus mendorong inovasi teknologi dalam negeri.
Informasi lengkap mengenai mobil nasional listrik I2C akan terus berkembang seiring dengan kemajuan pengembangan dan persiapan produksi massalnya. Pemerhati otomotif dan konsumen di Indonesia dapat menantikan detail lanjutan menjelang peluncuran resmi di pasaran.
