Begini Skema Penerapan Ganjil Genap Saat Mudik Lebaran 2026 Berdasarkan Kondisi Lalu Lintas

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah dan pengelola jalan tol mulai menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah penerapan sistem ganjil genap yang tidak bersifat kaku, tetapi akan diterapkan secara dinamis berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.

PT Jasa Marga memastikan bahwa kebijakan ganjil genap akan dilaksanakan jika terjadi kepadatan kendaraan yang signifikan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, mengungkapkan bahwa penerapan sistem ini menggunakan indikator teknis, khususnya rasio volume terhadap kapasitas jalan (V/C ratio).

Pengertian dan Dasar Penerapan Ganjil Genap
V/C ratio adalah perbandingan antara jumlah kendaraan yang melintas dalam satu waktu tertentu dengan kapasitas jalan yang tersedia. Jika nilai rasio ini tinggi, artinya jalan sudah dalam kondisi padat sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas. Menurut Rivan, saat satu lajur di ruas tol menampung sekitar 5.000 kendaraan per jam, skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way akan dipertimbangkan terlebih dahulu.

Jika berbagai rekayasa tersebut masih belum mampu mengurangi kepadatan, maka kebijakan ganjil genap memiliki peluang besar untuk diterapkan. Sistem ini juga merupakan arahan dari Kakorlantas Polri sebagai langkah preventif untuk menghindari kemacetan parah.

Pelaksanaan dan Koordinasi dengan Kepolisian
Penerapan ganjil genap selama mudik akan sepenuhnya dikendalikan oleh Korlantas Polri dengan dukungan data dari Jasa Marga. Sinergi ini bertujuan agar keputusan rekayasa lalu lintas lebih tepat dan efektif. Jasa Marga hanya bertugas menyediakan data pergerakan kendaraan dan kondisi jalan untuk mendukung evaluasi kepadatan.

Rivan menegaskan bahwa tujuan utama dari penerapan ganjil genap bukan membatasi masyarakat, melainkan menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan mudik. Ia juga mengingatkan bahwa tidak mungkin seluruh pemudik berangkat sekaligus tanpa menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu, solidaritas dan disiplin dari pengguna jalan sangat dibutuhkan.

Langkah-Langkah Rekayasa Lalu Lintas Sebelum Ganjil Genap
Berikut ini adalah urutan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan sesuai tingkat kepadatan:

  1. Penerapan contraflow pada satu lajur.
  2. Perluasan contraflow hingga dua lajur.
  3. Penambahan contraflow tiga lajur.
  4. Implementasi one way total.
  5. Penerapan sistem ganjil genap apabila langkah-langkah di atas belum efektif.

Dampak dan Harapan Kebijakan
Sistem ganjil genap diharapkan mampu mengurai kepadatan berlebih di jalan tol menuju dan saat arus mudik maupun balik. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Masyarakat yang akan melakukan mudik disarankan untuk mematuhi aturan yang ditetapkan agar perjalanan aman dan nyaman. Pemerintah dan pengelola jalan akan terus mengawasi serta menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan kondisi.

Dengan langkah penerapan ganjil genap yang berbasis data dan kondisi nyata, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan terorganisasi. Monitoring melekat dan koordinasi antara semua pihak menjadi kunci suksesnya pengelolaan lalu lintas di saat puncak mudik.

Berita Terkait

Back to top button