BYD menghadirkan pameran evolusi kendaraan listrik di museum khusus mereka, BYD Di-Space, yang terletak di Zhengzhou, China. Museum ini bukan hanya tempat pameran biasa, melainkan merupakan representasi nyata dari komitmen BYD dalam mengedukasi publik mengenai perkembangan teknologi kendaraan energi baru (NEV).
BYD Di-Space resmi beroperasi hampir dua tahun yang lalu dengan investasi mencapai 200 juta yuan, atau sekitar Rp 480 miliar. Area museum yang luas mencapai 15 ribu meter persegi untuk pameran indoor dan tambahan 8.500 meter persegi untuk area luar, menjadikannya salah satu pusat inovasi teknologi otomotif yang signifikan di China.
Ruang Edukasi dan Interaktif
Museum ini menampilkan perjalanan BYD sejak didirikan pada tahun 1994 hingga menjadi salah satu perusahaan terdepan dalam industri kendaraan listrik. Pengunjung dapat menyaksikan secara komprehensif evolusi teknologi, rancangan desain, dan inovasi dalam kendaraan energi baru yang dikembangkan oleh BYD.
BYD Di-Space terdiri dari empat lantai pameran yang didesain untuk menjadi ruang penemuan sains lintas generasi. Tersedia ruang kelas multifungsi yang dapat digunakan untuk kegiatan edukasi pelajar, serta ruang bebas yang mendukung diskusi komunitas.
Fasilitas Utama BYD Di-Space
- Area Pameran – Mencakup 15.000 m² yang menampilkan evolusi teknologi dan desain NEV BYD.
- Area Luar – Seluas 8.500 m² untuk kegiatan luar ruang terkait pameran dan acara masyarakat.
- Ruang Kelas Multifungsi – Digunakan untuk berbagai program edukasi siswa.
- Ruang Bebas – Tempat bagi komunitas untuk menggelar diskusi dan interaksi.
- Naked-Eye 3D Folding Corner – Luas 260 m² yang menawarkan visualisasi imersif evolusi kendaraan listrik BYD tanpa alat bantu kacamata.
Selain edukasi, BYD Di-Space juga menyediakan plaza dan aula multifungsi. Ruang-ruang tersebut kerap digunakan untuk pameran seni, kompetisi teknologi, serta berbagai kegiatan komunitas yang mendukung inovasi dan kolaborasi.
Melalui museum ini, BYD bukan saja mengawali penggalangan lebih luas terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan ruang yang memungkinkan publik memahami pentingnya perkembangan kendaraan listrik dalam upaya keberlanjutan global.
Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa Di-Space merupakan cara BYD mendokumentasikan perjalanan panjang dan pencapaian teknologi mereka, sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah inovasi kendaraan energi baru.
Museum ini menonjolkan pentingnya sinergi antara edukasi, teknologi, dan budaya dalam mengakselerasi adopsi kendaraan listrik. BYD menghadirkan pendekatan yang holistik dengan mengintegrasikan pameran teknologi serta aktivitas edukatif yang dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Dengan luas dan fasilitas lengkap, BYD Di-Space mampu menjadi pusat inovasi sekaligus ruang publik interaktif yang mendorong diskusi seputar kendaraan elektrik dan masa depan transportasi.
Perkembangan BYD Di-Space dapat menjadi tolok ukur bagi kemajuan industri kendaraan elektrik dan edukasi teknologi hijau di Asia. Museum ini memberikan gambaran konkret bagaimana perusahaan otomotif besar kini fokus pada transformasi industri melalui inovasi kendaraan ramah lingkungan.
Keberadaan museum ini pun membuktikan bahwa investasi besar dalam teknologi dan edukasi saling melengkapi untuk mempercepat transisi global menuju era mobilitas berkelanjutan.
Museum BYD Di-Space di Zhengzhou menjadi destinasi penting yang menghubungkan sejarah, teknologi, dan dan visi masa depan kendaraan listrik secara nyata dan interaktif bagi publik.







