Toyota bZ7 resmi dibanderol sekitar Rp480 jutaan di pasar Tiongkok. Mobil listrik flagship ini hadir dengan perpaduan teknologi canggih dari Xiaomi dan Huawei yang menyasar segmen fastback modern. Peluncuran resmi dijadwalkan pada Maret mendatang sebagai hasil kerja sama Toyota dengan GAC.
Desain eksterior Toyota bZ7 mengusung lampu depan bentuk huruf ‘C’ dan lampu belakang full-width yang menyambung. Ini memberi kesan futuristik sekaligus memberikan visibilitas optimal saat berkendara malam hari. Tampilan fastback menambah kesan aerodinamis mobil yang ingin menyasar pasar sedan listrik kelas menengah atas.
Fitur Canggih dan Sistem Hiburan
Di bagian kabin, Toyota bZ7 menonjol lewat layar sentral floating 15,6 inci yang menjadi pusat pengendalian. Sistem operasi Huawei HarmonyOS 5.0 digunakan untuk mengelola seluruh fitur hiburan dan fungsi kendaraan. Pengemudi juga mendapat dukungan spidometer LCD dan head-up display (HUD) untuk melihat informasi penting tanpa mengalihkan pandangan.
Fitur kenyamanan meliputi pengisian nirkabel 50 W di depan dan belakang serta lemari es kecil untuk penyimpanan. Sistem audio terdiri dari 23 speaker yang membanjiri kabin dengan suara berkualitas tinggi. Keunggulan lainnya adalah integrasi ekosistem pintar Xiaomi yang memungkinkan konektivitas dengan perangkat rumah dan smartphone secara seamless.
Teknologi Keselamatan dan ADAS
Toyota membekali bZ7 dengan berbagai sensor canggih agar aman dan nyaman saat dikemudikan. Terdapat roof lidar, 27 sensor termasuk lima radar gelombang millimeter, 11 kamera, dan sepuluh radar ultrasonik. Sensor-sensor ini memfasilitasi penggunaan sistem bantuan pengemudi lanjutan (ADAS).
Salah satu teknologi utama ADAS adalah Momenta R6 Flywheel AI. Fitur seperti Navigate on Autopilot (NOA) mendukung pengendaraan otomatis di dalam kota dan jalan tol. Fitur parkir otomatis penuh serta kemampuan parkir jarak jauh juga memudahkan pengemudi dalam berbagai situasi parkir.
Performa dan Kapasitas Baterai
Toyota bZ7 menggunakan dua motor listrik dengan teknologi DriveONE dari Huawei yang menghasilkan tenaga sebesar 278 daya kuda. Kecepatan maksimum yang mampu dicapai mobil ini mencapai 180 kilometer per jam. Untuk mendukung performa tersebut, baterai lithium iron phosphate (LFP) CATL tersedia dalam dua pilihan kapasitas: 88,13 kWh dan 71,35 kWh.
Dari sisi jarak tempuh, Toyota bZ7 dapat melaju antara 600 hingga 700 kilometer dalam satu kali pengisian baterai penuh. Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang mengutamakan perjalanan jarak jauh tanpa sering mengisi daya.
Keunggulan Chip dan Sistem Otonom
Untuk meningkatkan kemampuan otonom dan responsivitas sistem, bZ7 dilengkapi chip dari Nvidia. Perangkat keras ini memperkuat pemrosesan data dari berbagai sensor dan algoritma kecerdasan buatan. Hasilnya adalah kemampuan pengendaraan mandiri yang lebih lancar dan responsif.
Teknologi chip Nvidia juga mendukung update perangkat lunak berkelanjutan agar fitur ADAS semakin canggih. Dengan demikian, Toyota bZ7 menampilkan mobil listrik yang bukan hanya ramah lingkungan tetapi juga cerdas secara teknologi.
Ringkasan Spesifikasi Toyota bZ7
- Harga: Sekitar Rp480 jutaan (200 ribu yuan)
- Desain: Fastback modern dengan lampu depan ‘C’ dan lampu belakang full-width
- Layar: Floating central control 15,6 inci, spidometer LCD, HUD
- Sistem: Huawei HarmonyOS 5.0
- Fitur: Wireless charging 50 W depan-belakang, lemari es, 23 speaker audio
- Sensor: Roof lidar, 27 sensor termasuk radar milimeter wave dan kamera
- ADAS: Momenta R6 Flywheel AI, NOA, parkir otomatis penuh dan jarak jauh
- Performa: Dual motor listrik 278 dk, kecepatan maksimal 180 kpj
- Baterai: LFP CATL 88,13 kWh dan 71,35 kWh
- Jarak tempuh: 600–700 km
- Chip: Nvidia untuk pemrosesan sistem otonom
Toyota bZ7 hadir sebagai salah satu opsi sedan listrik dengan teknologi pintar yang terintegrasi sempurna. Dengan harga kompetitif dan fitur lengkap, produk ini berpotensi meningkatkan minat mobil listrik di pasar Tiongkok dan regional. Integrasi Xiaomi dan Huawei menjadi nilai tambah dalam mendukung kehidupan digital penggunanya.
