Pahami Perbedaan DP dan TDP Saat Kredit Mobil agar Siapkan Dana Awal dengan Tepat dan Tidak Kaget

Membeli mobil secara kredit kerap menjadi solusi populer karena pembayaran terasa lebih ringan. Namun, banyak calon pembeli sering salah kaprah soal berapa uang yang harus disiapkan di tahap awal sebelum kredit disetujui.

Kebingungan ini umumnya muncul karena tidak memahami perbedaan antara DP dan TDP. Keduanya memang terkait dengan pembayaran awal, tetapi berbeda secara konsep dan nilai yang harus dikeluarkan.

Down Payment (DP)

DP atau uang muka adalah sejumlah uang yang harus dibayar pembeli secara langsung untuk mengurangi harga mobil. Biasanya, DP dihitung sebagai persentase dari harga on-the-road (OTR) kendaraan. Sebagai contoh, mobil Mitsubishi Destinator GLS dengan harga Rp 395 juta dan DP 20 persen berarti pembeli membayar Rp 79 juta di awal.

Besaran DP ini mengurangi pokok kredit, sehingga kredit yang harus dibayar lewat cicilan menjadi Rp 316 juta. DP berperan sebagai "tiket masuk" agar pemohon kredit dapat memulai proses pengajuan. Akan tetapi, DP hanya bagian dari biaya awal, bukan keseluruhan jumlah yang harus dibayarkan saat transaksi.

Total Down Payment (TDP)

Berbeda dengan DP, TDP adalah total dana yang wajib dibayarkan di awal transaksi kredit mobil. Angka TDP lebih besar karena meliputi DP plus berbagai biaya lain yang melekat pada proses kredit. Biaya tersebut antara lain jasa kredit, premi asuransi leasing, biaya administrasi, dan biaya fidusia atau notaris.

Selain itu, beberapa perusahaan leasing menambahkan angsuran pertama ke hitungan TDP. Karena cakupan komponen yang luas, TDP sering mengejutkan calon pembeli yang sudah menyiapkan uang muka tanpa memperhitungkan biaya tambahan.

Perbedaan DP dan TDP secara ringkas:

  1. DP hanya uang muka yang mengurangi harga mobil.
  2. TDP mencakup DP dan semua biaya administrasi serta asuransi.
  3. DP dihitung dari persentase harga mobil OTR.
  4. TDP merupakan jumlah dana aktual keluar di awal transaksi.
  5. DP memengaruhi besar cicilan, TDP tidak.
  6. TDP lebih relevan untuk persiapan dana keseluruhan pembelian.

Memahami perbedaan ini penting agar pembeli tidak keliru mengira DP menjadi satu-satunya biaya yang harus disiapkan. Perhitungkan seluruh komponen pada TDP agar tidak mengalami kejutan biaya saat penandatanganan kredit.

Selain itu, aturan Bank Indonesia terus memperbarui ketentuan terkait uang muka kredit kendaraan bermotor. Aturan ini bertujuan memberi kemudahan lewat pelonggaran nilai DP agar lebih terjangkau konsumen tanpa mengorbankan keamanan sistem keuangan.

Pemahaman menyeluruh soal DP dan TDP membantu calon pembeli membuat keputusan lebih matang. Dengan demikian, proses kredit mobil dapat berjalan lancar tanpa hambatan finansial yang tidak terduga.

Dengan fakta tersebut, calon pembeli diimbau menanyakan secara detail tentang total dana awal alias TDP pada sales atau leasing sebelum tanda tangan kontrak. Transparansi informasi akan memudahkan menyiapkan dana sesuai kebutuhan dan memperkecil risiko gagal bayar kredit akibat perhitungan dana awal yang kurang akurat.

Terkait